We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear Locker 148

Dear Locker 148

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Loker 148 seharusnya hanya tempat menyimpan buku dan barang sekolah. Namun, bagi Keyla, loker itu menyimpan sesuatu yang lebih sebuah misteri. Semuanya dimulai dengan sebuah surat. Kertas krem yang terlipat rapi, diselipkan di antara bukunya tanpa nama pengirim. Kalimat-kalimat sederhana yang terasa begitu personal, seolah si penulis mengenalnya lebih baik daripada dirinya sendiri. Siapa yang menulis surat ini? Dan mengapa? Di tengah pencariannya, Keisha mulai menyadari sesuatu, bisa jadi orang itu ada di dekatnya selama ini. Apakah Aksa, sahabat masa kecil yang selalu ada untuknya? Atau Carlos, ketua OSIS yang tiba-tiba menunjukkan perhatian lebih? Atau mungkin Savian, si kutu buku pendiam dengan tatapan yang sulit ditebak? Semakin banyak surat yang ia terima, semakin sulit bagi Keyla membedakan antara persahabatan, perhatian, dan perasaan yang mulai tumbuh. Apakah loker 148 akan mengungkap rahasia, atau justru menyimpan sesuatu yang sebaiknya tidak ia ketahui?
All Rights Reserved
#51
rei
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Giant Baby [COMPLETED]
  • Chasing You | TAMAT ✔
  • Dear My big Bro • On going
  • || Save Me ||
  • Pers Kampus 3.0 ✔
  • The Mafia, Mr. Choi
  • Sky High School {Sudah Terbit || PO}
  • P3K Jadi PDKT

Satu sekolah gempar saat mengetahui pentolan sekolah ternyata sudah memiliki seorang kekasih, di tambah lagi dengan fakta yang ternyata kekasihnya adalah Sekretaris OSIS, membuat mereka semakin heboh. "Kok lo mau sih sama Keirlan? secara dia kan bertolak belakang banget sama tipe lo," ujar seorang teman sekelasnya pada Kimberly. Kimberly menatap teman sekelasnya bingung, "kata siapa?" tanyanya. "Kata yang lain, tipe lo kan modelan kaya David atau Gabriel gitu. Iya, kan?" Kimberly tertawa kecil. Gadis di depannya ini mana tahu sifat Keirlan di luar dan saat bersamanya sangat bertolak belakang. "Keirlan aslinya nggak seserem itu kok," balas Kimberly. "Ya, dia emang nggak serem kalo sama lo doang. Beda lagi kalo sama kita-kita," sahut salah satu sahabat Kimberly yang sedari tadi hanya menyimak. "Bener, tuh! gue cuma lewat samping dia aja udah merinding, auranya gelap banget gilak!" seru sahabat Kimberly yang lain. "Ih udah, nggak boleh ngomongin orang. Dosa, tau!" sela sahabat Kimberly yang satunya lagi sebelum pergibahan ini berlanjut dan menjalar sampai kemana-mana. Kimberly tersenyum tipis. Andai mereka tahu kalau sifat Keirlan itu sangat manja, pasti ketiga sahabatnya ini tidak akan pernah melihat Keirlan dengan tatapan takut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines