Satu kalimat talak yang terlontar karena emosi, telah meruntuhkan dunia yang Harun bangun selama tiga tahun.
Kini, pria berusia 30 tahun itu hanya memiliki satu kesempatan terakhir: masa iddah 100 hari.
Harun mengira niat baik dan permintaan maaf sudah cukup.
Namun, ia lupa bahwa luka di hati Karina lebih dalam dari yang ia bayangkan.
Saat waktu perlahan habis, Harun dipaksa melakukan hal-hal yang tak pernah terlintas di benaknya-sebuah upaya nekat yang mempertaruhkan segalanya, termasuk nyawa yang ia miliki.
Di antara deru mesin kapal sungai dan pekatnya malam, Harun harus memilih: terus mengejar bayang-bayang masa lalu, atau belajar mengikhlaskan demi kebahagiaan orang-orang yang dicintainya.
Sanggupkah pengorbanan menebus sebuah trauma?
*Disclaimer*
"Karya ini terinspirasi dari kepingan peristiwa nyata yang telah diolah kembali demi kepentingan literasi. Beberapa nama, latar, dan peristiwa telah disamarkan untuk menghormati privasi pihak-pihak terkait. Novel ini ditulis bukan untuk membuka luka lama, melainkan sebagai bentuk perenungan tentang arti perjuangan dan keikhlasan."
©Hafid rizqi al latif 2026
Todos los derechos reservados