VIN DHEGA

VIN DHEGA

  • WpView
    LETTURE 285
  • WpVote
    Voti 65
  • WpPart
    Parti 7
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, apr 18, 2025
Ini adalah kisah tentang seorang remaja bernama Kanaka Vin Dhega Diaskara atau Hega, begitu ia dipanggil oleh orang-orang yang mencintainya. Ia tumbuh dalam pelukan keluarga yang hangat, namun dunia luar memberinya dingin yang menusuk. Lewat narasi yang emosional, cerita ini menggambarkan perjuangan seorang anak untuk tetap bertahan, mencintai, dan dimengerti. "Namaku panjang, seperti luka-luka yang tak sempat kusebutkan. Tapi panggillah aku Hega, seperti Bunda memanggilku saat dunia terlalu berat untuk kupikul sendiri. Aku bukan ingin dikenal, aku hanya ingin didengar. Bukan untuk disanjung, hanya untuk dimengerti. Karena diamku bukan karena tak bisa bicara, tapi karena terlalu sering disalahkan ketika mencoba berkata." "Jika cinta adalah rumah, maka keluargaku adalah satu-satunya tempat di mana aku bisa pulang tanpa rasa takut." Ini adalah kisah tentang keberanian bertahan di dunia yang terus mencoba meruntuhkan dan tentang cinta yang diam-diam menyelamatkan. Hega akan menggugah hati siapa pun yang pernah merasa tak dianggap, namun tetap memilih mencintai dunia dengan caranya sendiri.
Tutti i diritti riservati
#597
luka
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Juan [REVISI]
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Puing luka
  • Mahligai Sunyi

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti