Rumah tanpa atap

Rumah tanpa atap

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 5, 2025
Kisah sederhana yang bahagianya bisa dihitung kata. Tentang Alika yang sangat menginginkan sebuah rumah. Menurutnya, rumah tidak harus tentang sebuah bangunan. Melainkan bisa juga seseorang. Alika dirumah tapi seperti dimedan perang begitu menggangu telinga karena bising Alika dirumah, tapi terasa dingin dan kehujanan Bahkan badai ikut menyerang Serta angin yang turut merayakan Bisa kah Alika keluar? Bisa kah Alika buat rumah nyaman? Yang didalamnya berisi ketenangan? yang tidak mengingatnya tentang luka yang dalam. °°° Happy reading teman-teman Ini cerita Flashback Alika sebelum kenal Avior. Ini lebih banyak mengisahkan tentang Alika sama Fahri, tapi semua teka-teki dicerita Laut dan Luka terjawab disini.
All Rights Reserved
#721
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Alex(A)
  • Teluk Samudra [ TAMAT ]
  • AILSIE
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Become a Parent's [END]
  • ARALVI [Completed]
  • Laut & Luka {Revisi}
  • To Heal

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines