AKU JUGA BUTUH PELUKAN

AKU JUGA BUTUH PELUKAN

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap anak butuh tempat untuk bersandar. Butuh seseorang yang bisa mendengar tanpa menghakimi. Butuh pelukan yang menenangkan saat dunia terasa berat. Dan bagi seorang anak perempuan, sosok itu seharusnya adalah ayah. Tapi bagaimana jika ayah tidak ada? Bagaimana jika sosok itu terasa begitu jauh, atau mungkin telah pergi selamanya? Tulisan ini adalah suara bagi kita yang merindukan sosok ayah. Bagi kita yang ingin berkata, "Aku juga butuh pelukan." Ini bukan sekadar kumpulan kata-kata motivasi, melainkan perjalanan perasaan, keresahan, dan harapan seorang anak yang ingin didengar. Jika kamu pernah merasa kehilangan, semoga tulisan ini bisa menemani dan menguatkanmu. Mulai : Sabtu, 22-02-2025 Selesai: kapan kapan😋
All Rights Reserved
#202
kerinduan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Benalu [Terbit]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Penakluk Iman & Hati ( END )
  • Suara Yang Tak Pernah Di Dengar
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Orang - Orang Menganggapku Rumah, Namun Rumahku Siapa?
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines