Seraphina Pensieve

Seraphina Pensieve

  • WpView
    Reads 315
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 23, 2025
WpInfo
Fanfic
izna
Seraphina punya mimpi yang besar. Ia ingin membuat sebuah ruang bagi mimpi dan memorinya agar tetap bisa terasa hidup. Meski waktu terus berjalan, meskipun kelak ia mungkin ia tak bisa lagi mengenangnya. Ia tidak ingin melupakannya. Setiap bagian dari perjalanan hidupnya Sera ingin mengabadikannya. Setiap tawa pernah bergema, air mata pernah jatuh, dan keheningan pernah menjadi pengingat akan hal-hal yang tak sempat ia selesaikan. Seperti foto-foto polaroid menyimpan detik yang tak akan bisa ia ulangi dan benda-benda kecil menyimpan jejak masa yang tidak pernah benar-benar pergi atau bahkan setiap rekaman yang ia sembunyikan rapi, menunggu saat yang tepat untuk dibuka kembali. Bukankah menyenangkan? Maka dari itu Seraphina memilih menyimpan setiap kenangan yang ia lewati dalam sebuah kotak kecil yang ia beri nama 'Pensieve' Ruang kecilnya yang mampu membawa siapa pun yang menyentuh isinya, seolah kembali ke masa itu. Merasakan kembali udara, lalu cahaya, dan perasaan yang sama pada masa-masa yang telah lama berlalu. Kotak kecilnya yang berharga. Yang hanya terbuka ketika seseorang siap menggali kembali cerita di dalamnya.
All Rights Reserved
#10
yoonjiyoon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • Chana's Transmigrasi
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Mission

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines