Gadis Dalam Hujan

Gadis Dalam Hujan

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2025
Sejak pertemuan pagi itu, Felix menjadi bagian penting dalam kehidupan Naura. Setiap pagi, dia datang ke rumah Naura membawa bola, mainan, atau sekadar cerita lucu untuk dibagikan. Mereka menghabiskan waktu bersama di halaman kecil rumah Naura, bermain dan tertawa bersama. Naura yang biasanya pendiam perlahan mulai lebih terbuka. Suatu hari, ketika mereka sedang duduk di bawah pohon besar di halaman, Naura bercerita tentang kecintaannya pada hujan. "Aku suka hujan," katanya pelan, menatap daun-daun yang bergoyang di atas mereka. "Hujan itu... buat aku tenang. Rasanya seperti ada yang memelukku." Felix mengangguk, meski dia tidak sepenuhnya mengerti. "Kalau hujan, kita main hujan-hujanan aja! Seru, kan?" Naura tersenyum kecil. "Tapi lbu nggak suka aku main hujan-hujanan." Felix tertawa kecil. "Kalau aku yang ajak, ibu kamu pasti nggak akan marah." Naura tertawa lirih, suara yang jarang terdengar dari mulutnya. Felix selalu tahu cara membuatnya tersenyum. Baginya, Felix seperti pelangi yang muncul setelah hujan, membawa warna dan keceriaan dalam hidupnya yang sunyi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • MY PETERPAN ALEN
  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • Rain-A
  • DIMANA RUMAHKU
  • Rintik Kesedihan Dipelukan Hujan [End]

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines