Somewhere the Sun Sets

Somewhere the Sun Sets

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 28, 2025
Sipnosis: Dunia punya tanggal kedaluwarsa. Tiga puluh hari dari sekarang, sebuah asteroid akan menghantam Bumi, menghapus segala yang pernah ada. Tidak ada penyelamatan, tidak ada keajaiban menit terakhir, hanya waktu yang berjalan maju, detik demi detik menuju akhir. Di tengah kehancuran yang dijanjikan, Lily Desmond, seorang fotografer berusia 22 tahun, kembali ke rumah mendiang ibunya di Amerika. Bukan untuk mencari jawaban, bukan untuk melawan takdir, tapi untuk mengabadikan detik-detik terakhir dunia. Dengan kameranya, ia memburu keindahan yang tersisa: pantulan senja di jendela apartemen kosong, burung-burung yang masih terbang tanpa peduli, wajah-wajah asing yang menyimpan seribu cerita. Dalam perjalanan ini, Lily bertemu orang-orang yang, seperti dirinya, masih mencari sesuatu yaitu; makna, kebebasan, atau sekadar seseorang untuk berbagi momen terakhir. Dan di antara reruntuhan waktu, di bawah langit yang semakin sunyi, ia belajar bahwa akhir bukan hanya tentang kehilangan, tapi juga tentang bagaimana kita memilih untuk menghadapinya. Karena bahkan ketika dunia berakhir, matahari masih akan terbenam, sekali lagi.
All Rights Reserved
#10
filosofis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LENSA HATI : Still, I Frame You
  • Forms Of Time And Promises
  • The Last Birthday With You
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )
  • Keluarga di Ujung Senja
  • DREAM
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]
  • Debt of Desire (END)
  • Alira: Sihir Kedua dalam Hidupku

Bara memilih hidup dalam keheningan, menjadikan lensa sebagai pelarian dari masa lalu yang tak ingin ia buka kembali. Ia menangkap dunia dalam bingkai foto, tapi menutup hatinya dari cinta dan pernikahan. Hingga hadir Iris, gadis berhijab yang cerah dan lembut, perlahan menjadi sosok yang mengisi ruang-ruang kosong dalam hidupnya. Namun cinta mereka tak pernah benar-benar tumbuh-bukan karena tak saling rasa, tetapi karena Bara tak pernah berani melangkah. Saat Iris memilih jalan hidupnya bersama pria lain, Bara tidak marah, tidak juga hancur. Ia justru mengambil kameranya... dan memotret senyum terakhir yang bukan untuknya. Karena tak semua cinta harus memiliki. Sebagian cukup dikenang, dan dibingkai-dalam hati. 📚 Genre: Romansa Kontemporer | Drama Psikologis | Slice of Life

More details
WpActionLinkContent Guidelines