Haza's
  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Ikhlas memang berat, namun jika didasari dengan hati, maka akan terasa ringan" -Hazella leonita Adhytama- Seorang gadis cantik yang masih berumur 17 tahun harus menerima sebuah perjodohan yang sudah direncanakan oleh kedua orang tuanya sejak ia masih kecil. Hazel masih tak percaya, bahwa laki-laki yang akan dijodohkan dengannya adalah teman sekelasnya sendiri yang terkenal dingin dan sangat cuek, "Gak nyangka orang yang selama ini gue suka, bakal menjadi pasangan hidup gue" gumam Eza lirih. -Alvareza Maldevo Permana- Eza yang selama ini terkenal sama sekali tak tertarik pada lawan jenis, ternyata secara diam-diam ia tengah menyimpan rasa yang dari kecil ia simpan. Apakah kisah mereka akan abadi? atau sebaliknya? Daripada penasaran dengan kelanjutan kisah mereka, lebih baik kita simak selengkapnya -Author1- Bakal gue usahain agar nih cerita, bakal menjadi cerita yang asik, tapi kalo ada yang freak komen aja gapapa biar bisa di rekap lagi" -Author2- Gue disini ikut membantu perkembangan cerita ini supaya menjadi cerita yang menarik. Nieh cerita bakalan jarang up karena sibuk🙏
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines