Mari Sakit Bersamaku

Mari Sakit Bersamaku

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2025
Berlian selalu hidup dalam dunia yang ia ciptakan sendiri-skenario-skenario sebelum tidur yang membuatnya merasa tidak sendirian. Dalam dunianya itu, ada Rey, sosok lelaki yang selalu hadir dalam setiap khayalannya, memberi kehangatan di tengah kehidupannya yang sepi. Tapi entah bagaimana, kejadian-kejadian itu mulai terasa begitu akrab, seakan ia pernah mengalaminya bersama Rey. Dejavu yang semakin intens membuatnya bertanya-tanya, apakah semua ini hanya kebetulan? Di dunia nyata, ada Erlan, seseorang dari masa lalunya yang terus hadir dalam pikirannya. Namun, di dunia lain yang tak bisa ia pahami, ada Rey-seseorang yang seolah sudah mengenalnya begitu lama. Berlian tak tahu apa yang sedang terjadi. Kenapa semua ini terasa begitu nyata? Kenapa dunia yang selama ini ia jalani perlahan mulai terasa seperti ilusi? Saat rahasia demi rahasia mulai terungkap, Berlian harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua yang ia jalani adalah seperti yang ia kira. Sebuah kisah tentang pencarian, kenangan yang terlupakan, dan perasaan yang tak terduga.
All Rights Reserved
#17
berlian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • REX-Nya ALA [TERBIT]
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • BACK TO FRIEND | JUNGHWAN X HAERIN (TAMAT)
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • Rahasia di Balik Pintu Terkunci
  • S2.A SKY WITHOUT THREE STARS
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Langit di Antara Kita

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines