Langit & Hujan

Langit & Hujan

  • WpView
    Reads 3,361
  • WpVote
    Votes 219
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 27, 2025
"Hei...kau suka langit atau hujan?" Aku adalah langit, bersinar dalam kebebasan, menari bersama angin mengarungi luasnya dunia tanpa batas. Dan dia... adalah hujan, membendung dan merengkuh segala duka, menanggung beban lara di pundaknya yang terluka. Di balik tirai pertemuan kerajaan yang gemerlap, takdir mempertemukan dua jiwa dari dunia yang berbeda. Pangeran Michael, dengan mata birunya yang menyimpan rahasia, terpaku pada sosok Raden Wiaksara, sang putra keraton yang menyimpan masa lalu kelam dibalik senyumnya, Sebuah benih terlarang mulai tumbuh, di antara perbedaan budaya yang mengakar kuat dan intrik kerajaan yang rumit. Namun, bayang-bayang masa lalu dan takdir yang tak terduga mengintai, Akankah cinta mereka mampu menembus batas-batas yang ada, ataukah akan terkubur dalam kenangan yang menyakitkan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Midwest Princess
  • ATRAMIAN
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • INHERITANCE 2 || Chanjin ft. Minsung, Changlix,
  • transmigrasi menjadi adek protagonis pria BL
  • Àirén : Lontar Kuno Kisah Putri Mayleen ~ Completed
  • When Tinkerbell meets Howl | Johnten (Ongoing)
  • The Darkness of The Light [END]

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

More details
WpActionLinkContent Guidelines