Story Of School Gate

Story Of School Gate

  • WpView
    Membaca 102
  • WpVote
    Vote 16
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 16, 2025
WpInfo
Non-fiksi
Gerbang sekolah menjadi saksi bisu, tempat di mana perasaan bersemi tanpa pernah benar-benar tumbuh. Setiap pertemuan selalu sama-hadir dalam diam, pergi tanpa pesan. Hanya sekejap sebelum lonceng pertama berbunyi, lalu kembali menjadi asing di antara riuhnya hari. Hingga suatu ketika, mereka tak lagi ada di sana. Barulah disadari, betapa setiap detik di sana ternyata lebih berarti dari yang pernah mereka kira. Cinta yang tak pernah punya kata, hanya ada di batas gerbang-dan mungkin, selamanya akan tetap di sana. --- Author membuat beberapa cerita dari berbagai pihak yang merupakan teman author sendiri. Nama, tempat, situasi, dan lainnya hanyalah rekayasa. Selamat menikmati
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#66
gate
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Juan [REVISI]
  • Ruang Tanpa Suara
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • The Way You Looked at Me
  • Air Mata Elara
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • 74/366
  • LANGIT DI BALIK JENDELA
  • Erlangga

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan