Hauntingly yours

Hauntingly yours

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2025
Di desa ini, ada satu aturan yang harus diingat baik-baik. Saat azan Maghrib berkumandang, jangan berada di jalanan. Bukan hanya sekadar larangan turun-temurun, tapi sebuah peringatan yang nyata. Jika ingin pergi, pergilah sebelum azan atau setelahnya, tapi jangan pernah berada di luar di antara waktu itu. Mereka yang pernah melanggar, tak pernah kembali dengan cerita yang sama. Yang tersisa hanyalah desas-desus tentang kabut yang menelan jalanan dan bisikan samar dari sesuatu yang tak seharusnya ada.
All Rights Reserved
#24
hororkomedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • rust harmony (Hiatus)
  • To Kill a Queen
  • OneShot
  • DESA TANPA SIANG
  • Secret Love Maze
  • Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas)
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Desa Terlarang : Pahuangan
  • TAGIHAN PERJANJIAN LAMA - DESA HAWA TIIS || 97L

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines