Pernikahan Tanpa Cinta "TANITA"

Pernikahan Tanpa Cinta "TANITA"

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pernikahan Tanpa Cinta Nadine Azzahra tidak pernah membayangkan bahwa pernikahannya akan menjadi awal dari luka baru. Ia dipaksa menikah dengan Arya Mahardika-pria tampan, kaya, dan terpandang-bukan karena cinta, melainkan karena kesepakatan keluarga. Namun, sejak malam pertama pernikahan mereka, Nadine sadar bahwa ia hanya sekadar istri di atas kertas. Arya tetap dingin, menjaga jarak, dan hatinya masih terikat pada wanita dari masa lalunya. Pernikahan ini bukanlah kisah bahagia seperti yang diimpikan banyak orang, melainkan sebuah hubungan yang dipenuhi kehampaan dan luka tak kasat mata. Di tengah kesepian dan ketidakpastian, Nadine berjuang untuk menemukan tempatnya dalam hidup pria yang tak pernah menginginkannya. Tetapi semakin ia mencoba bertahan, semakin ia terseret dalam perasaan yang seharusnya tidak pernah ada. Bisakah cinta tumbuh dari sebuah pernikahan yang dimulai tanpa perasaan? Ataukah Nadine hanya akan menjadi bayangan dalam hidup suaminya yang masih terjebak di masa lalu? Sebuah kisah tentang pengorbanan, luka, dan perjalanan menemukan cinta di tempat yang tak terduga. ---
All Rights Reserved
#98
pemeranutama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • MARRIED WITHOUT LOVE
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • Behind Our Eyes
  • Pernikahan Singkat? (END)
  • Menikahi Wajah yang Tak Pernah Kulihat
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Not Endless Love

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines