Story cover for Moriarty Code: 42 by rreinza
Moriarty Code: 42
  • WpView
    Reads 275
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 275
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Feb 24, 2025
Anak itu seharusnya sudah mati-begitulah yang dipercaya oleh mereka yang bersembunyi dalam bayang-bayang dunia. Namun, kenyataan berkata lain. Ia hidup dengan baik di lingkungannya. Seiring waktu, ada sesuatu yang terus menariknya, sesuatu yang terasa familiar meskipun ia sendiri tak tahu mengapa. Setiap kali ia mencoba mendekat, larangan datang tanpa alasan. Setiap pertanyaan yang ia ajukan dijawab dengan kebisuan, seolah ada kebenaran yang sengaja dikubur di bawah bayangan masa lalu.

    Tetapi semakin mereka berusaha menjauhkannya, semakin kuat perasaan itu. Seperti bisikan halus yang tak pernah hilang-tidak memerintah, tidak memaksa, hanya menunggu. Hingga perlahan, ia menyadari sesuatu. Apa yang menunggunya di sana mungkin bukan sekadar jawaban... tetapi kebenaran yang seharusnya tidak pernah ia temukan.

🚫Plagiat dimohon untuk menjauh.
All Rights Reserved
Sign up to add Moriarty Code: 42 to your library and receive updates
or
#54ceritabaru
Content Guidelines
You may also like
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
28 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Lumen Spei. [Ongoing] by gr1seomund0
14 parts Complete
❗️[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]❗️ "Jangan bohong, Ibu. Aku tau Ibu berharap agar aku bisa meraih semua kejuaraan sekolah sebagai tanda terima kasih karena sudah mengasuh aku selama ini." Ujar Arunika kepada Ibu angkatnya yang kini menatapnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan. "Aru ..." "Aku tau Ibu ga setulus itu untuk merawat aku, Ibu mengharapkan agar aku meraih semua kejuaraan itu supaya Ibu bangga dengan aku dan itulah yang Ibu anggap sebagai tanda terima kasihku." Terangnya. Menjadi anak angkat dari seorang Ilmuwan yang sudah dikenal oleh penjuru dunia memanglah menyenangkan karena otomatis akan dikenal oleh penjuru dunia juga. Namun, pernahkah kalian berpikir apa sisi gelap dari seseorang yang bagus reputasinya seperti Ilmuwan Hanasta? Arunika Hasta Takarala dengan nasib malangnya malah merasakan hal itu. Hal yang terlihat menyenangkan bagi orang-orang yang tak tahu akan sisi gelap Ibu angkatnya. Ya, Ilmuwan Hanasta hanya mengasuh dirinya agar tidak lagi mendengar celetukan-celetukan yang memanaskan telinganya. Ilmuwan Hanasta sudah menyembunyikan hal itu, namun lambat laun ... Arunika semakin tahu apa yang Ibunya sembunyikan. Arunika yang sudah lelah mengurus diri demi Ibunya malah ditimpa dengan segala masalah yang terjadi di sekolah. Entah itu masalah di masa lalu, masalah yang tak teringat lagi, masalah laki-laki, masalah nilai ... semua itu menimpa Arunika secara bersamaan, membuat dirinya mau tak mau harus menyelesaikan semua itu secara sekaligus. ⚠️MENGANDUNG KEKERASAN⚠️ ⚠️WAJIB 13+ UNTUK MEMBACA⚠️
You may also like
Slide 1 of 9
DAREZA cover
Angkasa (Forget Me Not)  cover
Red String cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Maaf, Aku Terlambat END✅ cover
Misteri Rumah Tachibana (Haikyuu!!) ✔︎ cover
ALGENTA cover
Evanescent cover
Lumen Spei. [Ongoing] cover

DAREZA

46 parts Complete

[𝘿𝙖𝙧𝙚𝙯𝙖] 𝟶𝟾 𝙰𝚐𝚞𝚜𝚝𝚞𝚜 𝟸𝟶𝟸𝟸 Tiga tahun yang lalu, sesuatu terjadi. Mereka bilang itu hanya kecelakaan. Tapi kenapa semua orang terlihat terlalu tenang dan Zara merasa terlalu kosong? "Ketika masa lalu mencoba bicara, siapa yang berani mendengarkan?" Liontin panah kecil di lehernya adalah satu-satunya hal yang tak berubah. Seolah menunggu dikenali oleh seseorang yang terlupa. Darez hidup dalam diam, menyimpan lubang besar dalam ingatannya yang tak pernah terisi. Tapi ketika sepasang mata asing terasa akrab, dan perasaan aneh mulai merayap tanpa alasan, ia tahu masa lalu belum selesai dengannya. Satu per satu, potongan yang tercecer mulai mengarah ke satu titik. Dan ketika semuanya terungkap, hanya ada dua pilihan yaitu menerima atau kembali menghilang. "Ada bagian dari mereka yang hilang. Dan tak semuanya bisa ditemukan kembali kecuali satu sama lain." 🏅𝙱𝚎𝚜𝚝 𝚁𝚊𝚗𝚔🏅 #𝟷 𝚒𝚗 𝚚𝚘𝚞𝚝𝚎𝚜 [𝟸𝟶𝟸𝟸] #𝟼𝟾 𝚒𝚗 𝚏𝚒𝚛𝚜𝚝𝚕𝚘𝚟𝚎 [𝟸𝟶𝟸𝟸] #𝟸𝟶𝟷 𝚒𝚗 𝚝𝚑𝚎𝚠𝚊𝚝𝚝𝚢𝚜 [𝟸𝟶𝟸𝟹] #𝟹𝟾𝟷 𝚒𝚗 𝚙𝚎𝚝𝚞𝚊𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 [𝟸𝟶𝟸𝟸] #𝟼𝟸𝟷 𝚒𝚗 𝚐𝚒𝚛𝚕 [𝟸𝟶𝟸𝟸] #𝟿𝟼𝟽 𝚒𝚗 𝚜𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝 [𝟸𝟶𝟸𝟸] #dareza