LOVE LETTER

LOVE LETTER

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Haurina Melody, gadis muda penuh semangat, terperangkap dalam jalinan asmara yang berbahaya. "Aku mau putus," lirih Hauri, matanya berkaca-kaca. "Aku nggak mau Giana tahu aku pacaran sama omnya." Ethaniel menatapnya tajam. "Nggak." Hubungannya dengan Ethaniel Maverick, pria dewasa dan berpengaruh yang jauh lebih tua darinya, dipenuhi dengan rahasia dan ketakutan. "Om, tolong mengerti! Gimana kalau Mama nya Giana tahu?" suara Hauri bergetar. Ethaniel menarik napas dalam. "I don't care. Saya nggak peduli pendapat mereka." "Tapi aku takut, Om!" Hauri hampir menangis. Ketakutan Hauri akan reaksi sahabatnya, Giana, dan keluarganya, mengancam hubungan terlarang tersebut. "Takut? Kenapa kamu takut?" Ethaniel mendekat, suaranya berubah lembut namun tetap tegas. "Aku... aku takut Giana gamau temenan lagi, aku nggak mau kehilangan Giana," isak Hauri. Ethaniel tersenyum tipis, "Sayang, kamu nggak akan kehilangan siapapun. Kamu milik saya." Ethaniel, dengan sikapnya yang keras kepala dan penuh kuasa, tak mudah menyerah. Ia bertekad mempertahankan Hauri, meski harus melawan ketakutan dan perlawanan gadis muda itu. Akankah Hauri mampu melepaskan diri dari cengkeraman Ethaniel? Atau akankah cinta terlarang mereka berujung pada malapetaka? Kisah ini akan mengungkap pertarungan antara cinta, ketakutan, dan kekuatan yang tak seimbang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Ily3000 [COMPLETEDπŸ¦‹]
  • Back For Me (Completed)
  • Bucin Persecond
  • caught in the middle [ kkeomchiz x daengsung ]

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines