Lukisan Dosa

Lukisan Dosa

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2025
Seorang pria terperangkap dalam jurang keputusasaan setelah kehilangan seluruh keluarganya akibat keadilan yang tumpul. Dalam kegelapan jiwa yang memberontak, ia mulai menemukan tujuan baru, yaitu membersihkan dunia dari dosa-dosa manusia. Ia menjadi seorang penghakim bayangan, memburu mereka yang ia nilai bersalah. Namun, caranya memberikan penghakiman berbeda dari kebanyakan. Dengan darah korbannya, ia menciptakan lukisan-lukisan yang menceritakan kisah dosa mereka. Wajah kesakitan saat penghakiman menjadi inti dari setiap karya, membawa pesan yang mencekam dan penuh simbolisme. Setiap lukisan menjadi pernyataan tentang dosa yang ia hukum, namun perlahan masyarakat mulai merasa ngeri sekaligus penasaran. Siapakah pelukis misterius ini? Di tengah perburuan polisi dan perdebatan publik antara pendukung dan pembenci tindakannya, ia menghadapi gejolak batin : apakah ia benar-benar membersihkan dunia, ataukah ia sendiri telah menjadi bagian dari dosa yang ia benci? "Lukisan Dosa" adalah kisah gelap tentang rasa kehilangan, keadilan, dan dilema moral. Saat dunia bertanya-tanya siapa yang layak menjadi hakim, pria itu terus meninggalkan jejak lukisan berdarah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nocturnal Paradox
  • Blood [END]
  • authory?
  • Page [END]
  • Paint on You [21+] ✓⃝
  • SECOND Psychopath (Completed)
  • Legend of The Death Angel (LoDA)
  • BEAUTY BLOOD

"Yesterday, all my troubles seemed so far away..." Lagu itu terdengar samar di sudut ruang kelas Arsitektur B/02, Ilagaligo University, bercampur dengan suara angin malam yang berhembus masuk melalui jendela. Lampu berkedip-kedip, menciptakan bayangan aneh di dinding. Di tengah ruangan, ada lukisan misterius yang tidak seharusnya ada di sana. Sekilas, lukisan itu tampak seperti Starry Night karya Van Gogh, dengan pusaran langit biru yang kacau. Namun, ada sesuatu yang salah. Jika diperhatikan lebih saksama, di antara bintang-bintang yang berputar, jam-jam mencair seperti dalam lukisan Salvador Dalí, The Persistence of Memory. Seolah-olah waktu sendiri sedang terdistorsi. Di pojok kanvas, ada tulisan kecil berwarna merah: "Keadilan hanyalah alat bagi mereka yang memegang kekuasaan." - Plato, Republika Tidak ada yang tahu siapa yang menaruhnya di sini. Tidak ada yang tahu kapan lukisan ini muncul. Tapi satu hal yang pasti: ini bukan sekadar seni. Ini adalah pesan. Malam itu, seorang mahasiswa menghilang. Tidak ada suara jeritan. Tidak ada jejak. Hanya sebuah pesan baru yang muncul di bawah lukisan, tertulis dengan darah kering: "Waktu kalian hampir habis." Di luar, hujan mulai turun, membasahi kota Makassar yang tertidur dalam gelap. Dan itulah awal dari sebuah misteri yang akan mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines