ATHALAN

ATHALAN

  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, fev 25, 2025
Seumur hidupnya, Athaya hidup dalam batasan-terkungkung oleh aturan yang mengekangnya. Dunia terasa sempit, seolah bukan miliknya. Namun, segalanya berubah ketika ia bertemu seorang lelaki yang tak sengaja ia temui. Lelaki itu datang seperti angin yang membawa kebebasan, mengajarkannya arti hidup di luar batas yang selama ini mengurungnya. Bersamanya, Athaya menemukan warna baru dalam hidupnya, kebahagiaan yang selama ini hanya ia impikan. Akan kuceritakan semuanya di sini-kisahku, perjalanan yang mengajarkanku bahwa setelah segala yang telah ditakdirkan, kebahagiaan harus kau temukan sendiri.
Todos os Direitos Reservados
#6
athalan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Jalan Taubat Menuju Sakinah
  • Is LOVE
  • Ruang Tanpa Suara
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo