PELUPUK BUANA

PELUPUK BUANA

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
Luka, seperti angin yang berbisik di celah waktu, tak pernah benar-benar hilang, hanya tersembunyi di lipatan sunyi. Ada rasa yang tak sempat tersampaikan, ada tanya yang dibiarkan menggantung di cakrawala takdir. Maka, biarlah aksara menjadi penjaga segala yang telah kau tinggalkan. Puisi-puisi ini lahir dari jejak nestapa, tumbuh dalam bentuk pangkuan rindu, dan mengakar di dada semesta. Ia bukan sekadar rangkaian kata, melainkan elegi bagi kenangan yang enggan pupus, bagi janji yang luruh sebelum sempat ditepati. Jika luka harus abadi, biarlah ia abadi dalam bait-bait ini. Jika sunyi harus bermakna, biarlah ia bersuara dalam setiap larik yang tersurat. Maka, kepada waktu yang tak bisa diulang, kepada tanya yang tak pernah berjawab, dan kepada nama yang masih berpendar di tepi ingatan, puisi ini kutitipkan. -H
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • »The Love Behind Secrets!
  • CHARTREUSE
  • My Poems!
  • RENJANA⚜ ✔
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Fragmen Waktu
  • Umbra Amissa
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai

~ Cinta di Balik Misteri. Adalah bayangan yang berjalan bersisian dengan malam. Ia tak pernah benar-benar terlihat, namun terasa menusuk hingga ke relung jiwa. Ia lahir dari keheningan yang tak wajar, dari rahasia yang sengaja tak diungkapkan, dan dari tatapan yang menolak banyak bicara, tapi menyimpan ribuan pertanda. Bukan kata cinta yang diumbar, melainkan jeda panjang, dalam penuh makna yang menyelinap seperti bisikan di balik dinding gelap. Cinta ini bukan pelukan hangat, namun langkah pelan yang mengikuti dari kejauhan, hadir dalam mimpi-mimpi, dan muncul saat kenyataan mulai retak. Sebuah ketertarikan yang tak bisa dijelaskan secara logika, hanya bisa dirasa. Seperti cahaya samar di ujung lorong gelap, yang entah akan menuntun, atau justru menyesatkan. ~ Cinta ini bukan tentang rasa nyaman. Namun tentang waspada, tentang detak jantung yang berpacu cepat bukan karena senang, tapi karena firasat. Dan saat dunia mulai mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya.. Cinta itu tetap diam. Berdiri di balik tirai Misteri, tersenyum samar, dan menunggu waktu untuk membuka siapa yang sebenarnya memegang kendali. -Kirana Aileen Inara. @anaalovely4

More details
WpActionLinkContent Guidelines