BEFORE THE END

BEFORE THE END

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 7 hours ago
"Pertemuan itu tidak jauh-jauh dari perpisahan, 1000 kali kau dipertemukan maka 1000 kali juga kau akan dipisahkan." Kalimat itu terngiang-ngiang di benaknya, sebuah ironi kehidupan yang tak terelakkan. Di tengah riuh rendahnya dunia, ia merasakan sepi yang mendalam, seolah terisolasi dalam ruang hampa. "Gua tetep sayang sama lu, kok." Ucapan itu terucap lirih, namun sarat makna. Ia tahu, kata-kata itu adalah jembatan yang menghubungkan dua jiwa yang terpisah jarak dan waktu. Sejauh apa pun, jika batin mereka sudah terikat, mereka tetap bisa bersama, menghabiskan waktu bersama dan tak lupa untuk terus saling menjaga. Di balik senyumnya, tersembunyi luka yang menganga, luka yang takkan bisa diobati dengan kata 'maaf'. Namun, ia tetap berusaha tegar, menyembunyikan kerapuhan di balik topeng kekuatan. "Apapun yang terjadi sama gua kedepannya. Zam, tolong jagain adek gua, ya." Permintaan itu adalah wujud rasa sayang dan tanggung jawabnya, sebuah janji yang harus dijaga. Rasa ingin saling melindungi itu tetap ada, meski di hatinya tersimpan rasa sakit yang tak terperi. Ia belajar menerima kenyataan, bahwa hidup adalah rangkaian pertemuan dan perpisahan, suka dan duka, cinta dan kehilangan. SINCE MARET 2020 START : 21 SEPTEMBER 2021 END : -
All Rights Reserved
#1
rangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • Diantara Kalian
  • F A K E ? [End]
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • Hanya Alam
  • Rintik Hujan

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines