Amorfati yang Amerta

Amorfati yang Amerta

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2025
Alfa, seorang lelaki berusia 22 tahun, menjalani hidup dengan penuh perjuangan. Ia percaya bahwa cinta sejati adalah tentang ketulusan dan tidak memaksakan kehendak. Kesederhanaan adalah prinsip hidupnya, dan filosofi kehidupan menjadi pedoman dalam setiap langkahnya. Sementara itu, Asa, gadis berusia 18 tahun dengan jiwa bebas, menyimpan luka dari masa lalunya. Baginya, cinta sejati adalah sesuatu yang harus diperjuangkan, bukan hanya sekadar hadir dan berlalu begitu saja. Ketika keduanya bertemu, dunia mereka yang bertolak belakang mulai bertaut. Alfa dengan ketenangannya menjadi tempat Asa berlabuh, sementara Asa dengan keberaniannya membawa warna baru dalam hidup Alfa. Di antara percakapan-percakapan panjang dan malam-malam penuh makna, mereka menemukan bahwa cinta bukan hanya sekadar rasa, tetapi juga keputusan untuk tetap bersama meski banyak rintangan menghadang. Namun, di tengah perjalanan mereka, Izul-masa lalu Asa-datang kembali membawa harapan lama yang hampir padam. Asa dihadapkan pada pilihan: kembali pada cinta yang pernah melukainya atau melangkah maju bersama Alfa yang selalu ada tanpa syarat. Dengan keyakinan yang semakin kuat, Asa memilih Alfa, lelaki yang baginya adalah gambaran sempurna dari ketulusan dan perjuangan cinta. Ditemani oleh sahabat setianya, Arni dan Aika, Asa belajar bahwa cinta sejati tidak selalu mudah, tetapi selalu layak untuk diperjuangkan. Kisah mereka abadi dalam aksara, tertulis dalam lembaran "Amorfati yang Amerta," sebuah cinta yang menerima segala ketidaksempurnaan dan menjadi abadi dalam kenangan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mr. & Mrs Albrecht
  • The Forced Marriage
  • Siri
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Dosa dan Kenikmatan
  • Transmigrasi Adella
  • Bucin Ala Al [END]
  • Dunia Alana

Arga baru saja melangkah keluar kamar, ponsel yang sempat tertinggal kini sudah di tangan. Namun begitu ia membuka pintu, langkahnya terhenti. Sosok itu sudah berdiri di ambang pintu-dengan senyum licin yang terselip di sudut bibir merah basahnya. "Mas, sebentar..." ucapnya lirih, lalu tanpa ragu memutar kunci pintu hingga terdengar bunyi klik yang terasa nyaring di tengah keheningan. Ia lalu berbalik, perlahan, seperti sengaja mempermainkan waktu. Tatapannya menusuk tajam, lembut tapi memabukkan. Langkahnya mendekat, tumit sepatu kecilnya menjejak lantai dengan bunyi halus yang menggema di kepala Arga lebih dari yang seharusnya. Ia mendekat... dan terus mendekat-hingga napasnya menghangat di kulit wajah Arga. Saat jarak hanya tersisa desah, ia berjinjit lalu melingkarkan tangannya ke leher Arga. Tubuh mereka kini bersatu tanpa celah, dan hidung mereka bersentuhan. Arga yang refleks merangkul pinggang ramping itu tahu, ini adalah awal dari sebuah ujian yang tak diajarkan di kitab-kitab kuning pesantren. "Aku lagi pengen, Mas. Sekarang," bisiknya nyaris tak terdengar, namun cukup untuk membuat darah Arga mendidih pelan. Bibir itu mencium bibirnya-hangat, basah, berani. Bukan ciuman biasa. Ciuman perempuan yang tahu pasti bagaimana caranya merobohkan benteng pertahanan laki-laki yang selama ini berdiri dalam istighfar. Arga sempat hanyut, meski sesaat. Tapi nurani santrinya masih hidup. Ia menarik diri perlahan, menyisakan napas yang masih beradu, dan dekapan yang belum ingin dilepas. "Jangan di sini... rumah Ayah, nanti mereka nunggu kita kelamaan," bisiknya, berusaha terdengar tenang padahal dadanya bergemuruh. "Mereka pasti ngerti. Kita suami istri, kan?" bisiknya menggoda. "Sekali aja, Mas... aku udah nahan dari tadi. Aku pengen kamu. Banget." Arga menunduk. Nafasnya dalam. Istighfar meluncur di batin, cepat dan berulang. Tapi yang satu ini bukan setan-ini godaan yang berwujud indah, harum, dan nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines