Story cover for Saudara Yang Lain by Senpenru
Saudara Yang Lain
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 25, 2025
AI kelihatan gigih, sedangkan manusia rapuh. Bertanding dalam keunggulan akal memang begitu. Namun, nilai adalah keunggulan lain yang dimiliki manusia ketimbang kejujuran mengungkap data.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Saudara Yang Lain to your library and receive updates
or
#100teknologi
Content Guidelines
You may also like
Angel (A Tale of Darkness) by harsea_
100 parts Complete
Action - Family - Mystery [For 15+] Ini hanya cerita sederhana, tentang kehidupan sekumpulan remaja yang dibesarkan dengan cara berbeda. Ini hanya sebuah kisah sederhana, mengikuti alur cerita kehidupan gadis kecil yang terobsesi dengan kekuatan untuk membelas dendam setelah penyerangan yang terjadi pada keluarganya. Berawal dari sebuah tragedi, gadis itu tumbuh menjadi sosok berpengaruh dengan wajah datar tanpa emosi. Sebutkan code name nya, maka seluruh orang dunia bawah akan gemetar mendengarnya. Sebutkan code namenya, maka seluruh orang lebih memilih untuk patuh daripada menanggung risikonya. Hingga akhirnya dia dikirim ke pesantren. Tidak, tentu saja bukan untuk menjadi lebih baik, tetapi dia dikirim untuk menjalankan misi, memburu sang pimpinan tertinggi. Sebuah tempat sederhana. Tempat segala rahasia akan terungkap. Masa lalu dan masa kini. Menyimpan histori yang menggetarkan hati, serta sebuah kisah yang akan diukir nanti. Menjadi kenangan yang sangat berarti. Tentang persahabatan dan perhatian. Tentang kekuatan dan keikhlasan. Tentang merelakan untuk sebuah kedamaian. Juga tentang bagaimana sebuah ketulusan bisa menaklukkan kegelapan. *** Setiap orang berhak memilih akan menjadi apa dia di masa depan. Di atas beragam kisah masa lalu, mereka terus tumbuh meski berbeda. Menjalani kehidupan yang berharga. Iblis, monster, pembawa sial, pembunuh. Entah, apakah orang-orang itu sebenarnya tahu siapa mereka, atau hanya sekedar melihat covernya saja. Karena pada faktanya, prinsip kebanyakan orang adalah "nilailah sesuatu dari covernya!" [Angel, A Tale of Darkness] *** *cerita ini complicated. Ambil baiknya dan buang buruknya :)
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
You may also like
Slide 1 of 7
BLOOD AND OATH cover
Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal cover
E.Y.E.S: Fractured Destiny cover
Angel (A Tale of Darkness) cover
THE ANGVILS [ON GOING]  cover
Syal Merah cover
Quant (On Going) cover

BLOOD AND OATH

33 parts Ongoing

Born into wealth, raised under expectations. One carries a past he can't remember, the other hides an illness he refuses to acknowledge. The world has too much power to dictate fate, and survival is just a game of deception. Tied together by a name but divided by blood, they navigate a legacy built on ambition, secrecy, and silent wars. Yet, beneath the polished surface of privilege, cracks begin to show. And when the weight of their truth becomes too heavy to bear, even the strongest foundations can crumble. ~ ⚠️ Cerita ini menggunakan Face Claim: Kendra Legawa Dierja (visual milik VIXX KEN) & Bintarka Swasana Dierja (visual milik Lee Hongbin)