Ubi dan Rindu yang Tertinggal

Ubi dan Rindu yang Tertinggal

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2025
Mengapa manusia begitu pandai mengikat, namun begitu bodoh mengantisipasi? Mengapa kita seringkali gegabah menaruh seseorang ke dalam peti kenangan, tanpa peduli kelak peti itu akan penuh dengan air mata? Begitu pun dengan gadis ini, tak luput dari kesalahan yang sama. Bagi sebagian orang, kenangan tentang seseorang mungkin tertanam dalam sebuah lagu, sebuah tempat, atau bahkan sebuah hadiah mewah. Namun, bagi gadis ini, kenangan tentang sosok laki-laki itu justru terkenang pada hal yang sederhana, 'ubi bakar'. Konyol memang, menaruh sosok istimewa pada sesuatu yang begitu remeh. Dengan memori ubi bakar itu, akankah langkahnya berakhir pada kebahagiaan abadi, atau justru terperosok dalam jurang penyesalan? Mampukah ia menjalani hidup dalam memeluk kenangan, atau ia harus merelakan? membiarkan aroma ubi bakar itu memudar, dan memulai lembaran baru yang hampa.
All Rights Reserved
#102
ubi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Lagu dan Buku
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • You're Here, But Not For Me
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Cold Love
  • If we can together
  • AURORA
  • Tanpa Restu
  • Kita yang tak bisa bersama
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)

Rhea selalu percaya bahwa setiap lagu memiliki cerita, dan setiap buku menyimpan dunia. Dua hal yang selalu menemani hari-harinya, satu lewat lirik dan melodi, satu lagi melalui kata-kata yang membawanya melintasi imajinasi. Namun, ada satu hal yang selalu mengusik pikirannya-sebuah kisah yang belum tuntas, sebuah luka yang tak kunjung sembuh. Seseorang dari masa lalunya telah pergi tanpa jejak, meninggalkan Rhea dengan bekas yang tak bisa hilang. Setiap malam, Rhea menutup matanya dan membiarkan lagu-lagu lama menyelimuti pikirannya, berharap bisa melupakan siapa pun yang pernah mengisi ruang hatinya. Tapi, setiap nada justru mengingatkan pada kenangan yang telah lama terkubur. Buku-buku yang ia baca pun tak bisa mengusir bayang-bayang itu, malah seolah memberi ruang bagi masa lalu untuk kembali menghantuinya. "Antara Lagu dan Buku" adalah perjalanan tentang penerimaan diri, tentang bagaimana kita sering terjebak dalam kenangan masa lalu, dan tentang bagaimana kehidupan sesungguhnya dimulai ketika kita melepaskan diri dari bayang-bayang yang menahan kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines