Ubi dan Rindu yang Tertinggal

Ubi dan Rindu yang Tertinggal

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2025
Mengapa manusia begitu pandai mengikat, namun begitu bodoh mengantisipasi? Mengapa kita seringkali gegabah menaruh seseorang ke dalam peti kenangan, tanpa peduli kelak peti itu akan penuh dengan air mata? Begitu pun dengan gadis ini, tak luput dari kesalahan yang sama. Bagi sebagian orang, kenangan tentang seseorang mungkin tertanam dalam sebuah lagu, sebuah tempat, atau bahkan sebuah hadiah mewah. Namun, bagi gadis ini, kenangan tentang sosok laki-laki itu justru terkenang pada hal yang sederhana, 'ubi bakar'. Konyol memang, menaruh sosok istimewa pada sesuatu yang begitu remeh. Dengan memori ubi bakar itu, akankah langkahnya berakhir pada kebahagiaan abadi, atau justru terperosok dalam jurang penyesalan? Mampukah ia menjalani hidup dalam memeluk kenangan, atau ia harus merelakan? membiarkan aroma ubi bakar itu memudar, dan memulai lembaran baru yang hampa.
All Rights Reserved
#80
ubi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • warna di balik sragam abu-abu
  • Cold Love
  • If we can together
  • Tanpa Restu
  • You're Here, But Not For Me
  • Remembrance

Anak satu satunya di tuntut untuk menjadi yang paling sempurna demi mendapat harta warisan sang kakek. Masuk ke dalam dunia dimana bukan jati dirinya yang di temukan di dalam sana. Mempunyai nama belakang yang di pandang hormat oleh orang lain membuatnya tak bebas menjalani hidup selayaknya remaja SMA pada umumnya. Kekangan dan larangan yang berlebihan membuatnya membangkang di suatu hari. Dia lelah benar benar lelah dengan jalan hidup yang memuakkan seperti ini. "Gue gak bisa". Ucap gadis itu saat melihat bagian tubuh yang harus ditattonya. "Disini?". Menunjuk bagian tubuhnya yang lain. "Gak bisa, gue gak bisa gambar di tempat kayak gitu". Ucapnya lagi masih menolak. "Gue cari tempat lain aja". Menutup kembali bajunya dan berlalu dari sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines