Story cover for Time Bomb [ON HOLD] by helloriita
Time Bomb [ON HOLD]
  • WpView
    LECTURAS 1,451
  • WpVote
    Votos 166
  • WpPart
    Partes 16
  • WpView
    LECTURAS 1,451
  • WpVote
    Votos 166
  • WpPart
    Partes 16
Continúa, Has publicado feb 25, 2025
"Got my heart in your hand like a time bomb ticking."

Hidup Ruby hancur ketika hatinya dipatahkan oleh cinta pertamanya, Papa.

Ketika ia melihat bagaimana bibir Papa bersentuhan dengan wanita yang bukan Mama.

Sejak saat itu, sosok Papa bukan lagi pahlawan.

Sosok Papa berubah menjadi penjahat dalam satu malam.

Sembilan tahun kemudian, takdir mempertemukan Ruby dengan Rasi, putra dari wanita yang telah merebut Papa.

Atas dasar dendam yang belum sempat terlampiaskan, Ruby berencana menjadikan Rasi target balas dendam. 

Dengan cara memasuki kehidupan Rasi lebih jauh, membuatnya merasa berharga, mendapatkan hatinya, kemudian menghancurkannya berkeping-keping.

Namun, semakin jauh Ruby memasuki hidup Rasi, membuat Ruby menyadari, bahwa ia ... bukan satu-satunya korban.

Rasi juga terluka, jauh ... lebih parah.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Time Bomb [ON HOLD] a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#122sickmale
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
It's Always Been You✔️  de WinterAurora00
44 partes Concluida
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
Fraternity; Jae & Matt ✓ de tulisanayspcy
24 partes Concluida Contenido adulto
Jaeden Almero dan Matteo Aldrich. Dua laki-laki dengan nama yang berbeda namun bersaudara. Di mana Jae dan Matt hanya berbeda empat tahun. Mereka pernah menuntut ilmu di Universitas yang sama yaitu, Boxton University --Management Business. Kini keduanya sudah bekerja di Axton Grup --Perusahaan terbesar kedua di Asia milik sang Ayah. Matt selalu berusaha agar mampu melampaui sang kakak beda Ibu tersebut. Ya, Jae terlahir dari istri pertama sang Ayah. Sedangkan Matt putra tunggal dari istri kedua. Tapi mereka berdua tinggal di atap yang sama. Walau Matt lebih muda dari Jae, ia harus bekerja keras karena statusnya yang sebagai putra dari istri kedua. Di mana ia diwajibkan ekstra berusaha untuk mencapai apa yang ia inginkan. Padahal itu berlaku juga bagi Jae. Jaeden Almero, walaupun terlahir dari istri pertama tapi tak semua yang ia inginkan dapat dengan mudah dia dapatkan. Harus ada pengorbanan atas apa yang ia perjuangkan. Salah satunya hidup di kota, jauh dari sang Ibu. Mereka berdua bagaikan mutiara dalam keluarga tersebut. Bagaimana tidak? Keduanya termasuk anak-anak dari kalangan konglomerat yang sukses atas prestasi dan kerja keras masing-masing, tidak seperti kebanyakan yang bergantung atas nama keluarga atau orang tua mereka. Buktinya, dari sejak dini mereka berdua sudah belajar bagaimana caranya mengurus perusahaan dengan baik. Tentunya dibimbing langsung oleh Darren Haven Axton, sang Ayah. "Kau memang terlahir dari Ibu yang berbeda, tapi kau tetap saudaraku terlepas dari persaingan kita selama ini. Jadi... tetaplah kuat." Kalimat pertama yang Jae lontarkan pada Matt, si saingan nomor satunya. Juga perasaan tulus yang Jae berikan pada saudaranya itu. Sebab tak ada yang tahu kalau Matt mengidap penyakit mematikan, selain Jae. "Aku hanya ingin dikenang sebagai orang yang berguna. Itu saja." Cover by im_bwanana
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
It's Always Been You✔️  cover
Menghitung Hujan (Markhyuck) cover
Fraternity; Jae & Matt ✓ cover
Americano | nomin cover
Secret Candy cover
Another Side | Lee Jeno cover
Dream Mine (Selesai) cover
Transmigrasi Take It : Hae/Cal (ℍ𝕚𝕒𝕥𝕦𝕤) cover
Haykal dan Ceritanya || Haechan✨ cover

It's Always Been You✔️

44 partes Concluida

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?