We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bloody Berry [Spin off Putus Or Mampus]

Bloody Berry [Spin off Putus Or Mampus]

  • WpView
    Reads 3,525
  • WpVote
    Votes 320
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Cintaa~ jangan liat cewek lain ya? Kalo nggak mau aku jahit matanya~" Cakra kira magang di rumah sakit jiwa hanya sebatas mencatat data pasien dan mengikuti arahan dokter senior. namun ekspektasi nya hancur saat bertemu pasien super aneh yang menyebut dirinya tuan putri. Gaun lusuh ala kerajaan, soflen ungu menyala dan tak lupa wig pink nya yang ikonik. dia bertingkah seakan rumah sakit jiwa adalah kerajaannya. Bersama Haruna dan Andreas, Cakra mulai menyadari ada yang jauh lebih gila dari para penghuni RSJ itu sendiri. Ruangan penuh bercak darah baru tiap hari, jeritan saat malam, mayat yang dibiarkan begitu saja dan kelakuan aneh dokter senior. Perlahan rahasia yang terkubur dibalik tembok rumah sakit mulai terbongkar, namun tak ada yang suka dengan orang-orang yang terlalu ingin tau. Cakra harus pergi sebelum semuanya terlambat, namun bagaimana jika pintu keluar benar-benar tidak ada? "Duh jadi pengen banget bunuh dia terus awetin mayatnya, biar bisa aku peluk tiap hari hihihi.... " ~Cherry Mae
All Rights Reserved
#92
remajadewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT !
  • Tidak Pernah Ada Kita (Tanpa Ada Aku Dan Kamu)
  • Lime of Euphoria
  • Sereia's Harem [End]
  • Obsessed With The Twins
  • Misteri Di Balik Kematian Kakakku [ On Going ]
  • Poison Of Love
  • Alexandra's Memories
  • Senja di rumah sakit senja

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines