Gadis Kecilnya Om - S2 [END]

Gadis Kecilnya Om - S2 [END]

  • WpView
    Reads 199,337
  • WpVote
    Votes 4,166
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
🔞🔞🔞 "Om... ayo anterin Gadis ke rumah sakit! Ini sobek, Om. Ayok!" rengeknya panik, masih tanpa busana, sambil menarik tangan suaminya. Revan justru menyeringai. "Gak mau ah, masa ke rumah sakit nggak pakai baju?" ujarnya pura-pura kesal. "Oh iya!" Gadis langsung menatap suaminya penuh harap. "Ayo, Om, pakaiin baju Gadis!" Alih-alih menurut, Revan malah menangkup wajah mungil istrinya dan mengecup bibirnya penuh sayang. "Sayang... kata siapa sobek, hmm?" bisiknya lembut. "Tadi keluar darah banyak," jawab Gadis dengan suara bergetar, air matanya masih mengalir. Revan semakin gemas, menarik istrinya kembali ke pelukannya, lalu mengurungnya lagi di kasur.
All Rights Reserved
#21
gadismungil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heart & Vein ( DIAM-DIAM DIA SUAMIKU ) END
  • REGANTARA [SUDAH TERBIT]
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • [END] He's Out Of The Script
  • YS [1] // Maps (M)
  • Unexpected Wedding
  • You're my mine[End✓]
  • MY FAMILY [Baby Renle]
  • [USTADZ UMIN]~END
  • Love's Dark Side : The CEO's Obsessive Pursuit

Mimpi apa aku semalam? Dokter Heart datang ke rumah bersama kedua orang tua, berniat melamar. Parahnya, Ibu dan Bapak menerima pinangan. Aku yakin mereka sedang berinvestasi bodong. Manusia sepertiku, harusnya sulit mendapat jodoh. Seorang budak berscrub abu-abu, yang baru beberapa hari mahir mengambil darah. Memeluk kasur sekadar 5 jam sehari adalah prestasi membanggakan. Sekarang, aku didaulat mengabdi pada suami? Masalahnya adalah, dia residen Obgyn parlente menjijikan. Menebar senyum pada ibu-ibu hamil. Menjauh jika koas bau seperti kami mendekat. Apa yang dia harapkan? -------- -------- Disclaimer: Cerita ini hanyalah fiksi karangan penulis. Semoga bisa memetik hikmah dan maafkan jika ada segala khilaf kesalahan dari tulisan ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines