Dermaga Terakhir

Dermaga Terakhir

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 13, 2025
Aku selalu berusaha mempercayai bahwa cinta sejati itu ada, meskipun kadang datang terlambat. bertahun-tahun aku mencari, menunggu, berharap bahkan hingga berputus asa. Aku sudah mengarungi samudra kehidupan ini, bahteraku terombang-ambing oleh ombak yang terus datang dan pergi, setiap harapan bahwa bahteraku akan tertambat namun arus ombak selalu membawanya terus melaju, membawa kekosongan hatiku. Suatu senja di dermaga ini, tempat yang selalu menjadi pelarianku saat lelah dari kenyataan bahwa bahtera yang ku kemudikan harus karam. angin laut yang lembut menyapa wajahku, sementara mentari perlahan kembali pulang ke ujung cakrawala. Aku termenung memikirkan, apakah aku harus berhenti mencari? mungkinkan cinta sejati tidak pernah tercipta untukku? Namun ketika harapan itu mulai pupus, dia datang. Dia berdiri di ujung dermaga, siluetnya berpadu dengan cahaya keemasan. Tatapan netranya lelah namun penuh ketenangan, sepertinya dia juga telah lama mengarungi samudra kehidupan mencari sesuatu yang hilang. Ketika kami bertemu pandang aku merasakan ada sesuatu yang berbeda --- bukan sekedar ketertarikan, bukan sekedar rasa ingin tahu. Tapi sebuah pemahaman, seakan takdir akhirnya menghantarkan kami pada satu titik yang sama. Kami berbincang tentang hidup, tentang penantian, tentang luka-luka yang pernah terlewati. Tutur katanya laksana melodi yang sudah lama ku dengar. Tawanya seperti ombak yang akhirnya menepi tanpa terburu-buru. ketika sang malam mulai menyelimuti cakrawala, aku tahu. aku tak perlu lagi berkelana. aku telah sampai pada dermaga terakhirku.
All Rights Reserved
#15
cintaterakhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Tell The World I Love U
  • Khayalku
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Back To You
  • IF YOU
  • Your Beautiful Eyes (END)

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines