Story cover for Scriptura et Colour by Sawah_dikapp
Scriptura et Colour
  • WpView
    Reads 1,538
  • WpVote
    Votes 408
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 1,538
  • WpVote
    Votes 408
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Feb 26, 2025
⏤͟͟͞͞   || 𝑺𝒖𝒏𝒐𝒐 || 𝑱𝒖𝒏𝒈𝒘𝒐𝒏 || 𝑺𝒖𝒏𝒈𝒉𝒐𝒐𝒏 ||  ⏤͟͟͞͞

𝑨𝒏 𝑬𝒏𝒉𝒚𝒑𝒆𝒏 𝑨𝒍𝒕𝒆𝒓𝒏𝒂𝒕𝒆 𝑼𝒏𝒊𝒗𝒆𝒓𝒔𝒆🔖

Ada dua orang yang perlu dibanggakan dan diwaspadai sekaligus ketika jatuh cinta, yaitu penulis dan pelukis. Mereka akan membuatmu abadi, dengan bunga ataupun dengan luka. 

Di cerita ini, nona penulis dan tuan pelukis hidup di sebuah kota yang menghargai keindahan, Narathea namanya. Surga para pecinta warna dan rasa, dunia para pekerja seni dan sastra. Hanya di sini mereka didewakan, termasuk cinta mereka. Namun, ada satu hal kecil nan rahasia di tempat bak padang bunga edelweis ini, yang tidak semua orang ketahui.

Bukan, bukan. Ia bukan sesuatu yang indah atau buruk. Hanya sebuah roda yang menjalankan kehidupan seperti seharusnya, walau terkadang juga harus diisi bahan bakar. 

Terkait hal rahasia, cukuplah hanya tentang hati, tinta dan warna.

©𝑺𝒂𝒘𝒂𝒉_𝒅𝒊𝒌𝒂𝒑𝒑, 𝟐𝟎𝟐𝟓
All Rights Reserved
Sign up to add Scriptura et Colour to your library and receive updates
or
#2hijau
Content Guidelines
You may also like
𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍 by sasaaabubuk
13 parts Ongoing
ON GOING! TRANSMIGRASI BOY ••• Sinopsis "Fading Bloom" Cassandra Elvira Pratami terpaksa kembali ke Indonesia setelah mendengar kabar kematian tragis adik perempuannya, Alessandra. Dipicu rasa duka dan amarah, Cassandra menyusup ke sekolah adiknya, menyamar sebagai murid baru demi menemukan dalang di balik perundungan yang membuat adiknya bunuh diri. Namun, di balik senyuman teman-teman barunya, tersimpan rahasia kelam. Satu per satu, Cassandra membuka tabir kebohongan yang disembunyikan di balik dinding sekolah elite itu. Dalam pencarian jawabannya, Cassandra mendapati dirinya terjebak di antara permainan kekuasaan, persahabatan palsu, dan bahaya yang lebih besar dari yang ia bayangkan. Waktu terus berjalan, dan Cassandra harus bertindak cepat sebelum kebenaran yang ia cari turut memudar seperti bunga yang layu. ________________________ "Keren." Seutas senyum tipis mengembang tanpa di sadari Reynard. Tidak menyangka jika gadis cerewet itu bisa membuat cerita semenarik ini, bahkan dari sinopsisnya saja sudah mampu menarik rasa penasaran seorang Reynard. Tanpa berlama-lama, Reynard mulai membaca dari halaman pertama. 5 menit. 15 menit. 35 menit. Sampai 2 jam 40 menit, dia baru selesai membaca hampir 200 lembar. Ini sudah jam 2 pagi, matanya juga sudah lelah namun dia belum selesai membaca novel itu, masih ada 10 lembar lagi agar habis sempurna.Sejenak Reynard menutup mata, wajar saja jika matanya terasa panas dan perih. Dia membaca novel hingga lupa waktu. Reynard menghembuskan nafas panjang, suasana sepi rumahnya benar-benar menghipnotis mata Reynard. Terbukti saat ini dia enggan membuka mata untuk beralih ke kamar. Dia sudah terlalu malas bangun dari posisinya sekarang. Semakin lama, Reynard semakin ingin memasuki alam mimpi, namun tiba-tiba. "Ka!" Reynard mendengar suara gadis, namun seperti memanggilnya? ______ BUKAN LAPAK GAY ATAUPUN BROTHERSHIP! KARAKTER SAYA MASIH NORMAL🙏🏼 bisa bantu masukan cerita ini pada Reading list
MR. MORGAN  by YunindaAnn
7 parts Ongoing
Seorang pelukis muda telah kehilangan sentuhan magisnya. Bukan karena ia kehabisan ide, melainkan karena ada sesuatu yang menguap dari dalam dirinya-sesuatu yang tak dapat ia jelaskan. Setiap kali tangannya menyentuh kanvas, hanya kekosongan yang muncul. Hingga suatu malam, ia menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Tidak ada nama pengirim, hanya secarik kertas tua dengan satu kalimat yang membuat jantungnya berdegup kencang: Bagaimana mungkin seseorang melupakan wajahnya sendiri?" Sejak itu, segalanya berubah. Ia mulai melukis wajah asing yang tak ia kenali, namun terasa begitu akrab. Sosok itu tersenyum padanya dari atas kanvas-dan saat Edelweiss berkedip, mata dalam lukisan itu seolah ikut bergerak. Hari-harinya dipenuhi keanehan yang semakin menyesakkan dada. Kota yang ia kenal perlahan berubah; jalanan yang biasa ia lewati kini tak lagi sama. Orang-orang mulai berbisik di belakangnya, seakan mereka tahu sesuatu yang ia lupakan. Dan ketika ia menaiki bus terakhir malam itu, seorang pria yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan senyum tipis dan berbisik pelan: "Darahmu memiliki aroma yang mereka inginkan." Dunia yang ia kenal retak dalam semalam. Edelweiss mendapati dirinya terseret ke dalam permainan yang lebih tua dari peradaban manusia-sebuah dunia di mana makhluk abadi mengawasi dari bayangan, di mana dewa-dewa lama belum sepenuhnya mati, dan di mana satu pertanyaan sederhana dapat menghancurkan batas antara kenyataan dan ilusi. Sekarang, Edelweiss harus menemukan jawaban. Bukan hanya tentang lukisan, surat misterius, atau makhluk yang memburunya dalam kegelapan. Tapi tentang dirinya sendiri. Sebelum sesuatu yang lain menemukannya lebih dulu.
You may also like
Slide 1 of 7
Eternial: The Awakening cover
𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍 cover
Aneyra -after meet you cover
MR. MORGAN  cover
Duranta Repens cover
Aku Kamu Dan Palembang cover
Evanescent cover

Eternial: The Awakening

41 parts Complete

Green selalu mengira hidupnya biasa saja-sampai suatu hari mata kirinya berubah menjadi hijau bercahaya dan dia mendapatkan kekuatan teleportasi serta petir hijau yang tak terkendali. Ternyata, dia adalah salah satu Guardian, makhluk yang ditakdirkan untuk menjaga keseimbangan dimensi. Tapi ada sesuatu yang aneh tentang dirinya. Kekuatannya tidak seperti Guardian lain. Musuh yang seharusnya tidak bisa masuk ke dunia ini mulai muncul, dan seorang Guardian misterius yang seharusnya sudah mati tiba-tiba menawarkan jawaban. Saat Green, bersama dua Guardian lain-Rein, sang pengendali angin dingin, dan Lyra, sang penguasa api dan logam-memulai perjalanan untuk menemukan kebenaran, mereka menemukan bahwa ancaman yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang mereka duga. Di antara pertempuran antar dimensi, rahasia kekuatan kuno, dan pertarungan melawan takdirnya sendiri, Green harus memilih: Apakah dia akan menerima perannya sebagai Guardian, ataukah dia akan melawan takdir yang sudah ditulis untuknya?