Story cover for Diaries by rreyfana
Diaries
  • WpView
    Leituras 1,038
  • WpVote
    Votos 515
  • WpPart
    Capítulos 41
  • WpView
    Leituras 1,038
  • WpVote
    Votos 515
  • WpPart
    Capítulos 41
Em andamento, Primeira publicação em fev 26, 2025
1 novo capítulo
Sebuah keluarga baru saja pindah ke rumah baru mereka, kedatangan mereka disambut hangat oleh anak perempuan bernama "Kaira"

"Halo om, saya Kaira, anak tetangga sebelah rumah om"

Kaira yang merupakan anak semata wayang, merasa kesepian dan berharap memiliki seorang teman. Harapannya pun terwujud, tetangga baru mereka juga memiliki anak yang seusia dengannya dan juga merupakan anak semata wayang.

"Namaku Kaira"
"Aku Jedan"

Kaira yang selama ini hanya ditemani diarynya, merasa senang dengan kehadiran Jedan.

Bagaimana kisah kelanjutan persahabatan Kaira dan Jedan, dari kecil hingga dewasa?

Silakan mampir dan nikmati cerita mereka ^^

________________________________________________
note!: Jika ada kesamaan nama karakter atau alur cerita ini, mungkin itu hanya sebuah kebetulan, karena isi cerita ini murni dari pikiran saya.

  Happy reading^^
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Diaries à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#254persahabatan
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Cakra's Last Embrace. | End |, de lvnalnn
51 capítulos Concluída Maduro
Keluarga yang seharusnya saling percaya satu sama lain kini tidak lagi setelah rahasia sang ayah keluar dan membuat kedua kakak beradik ini salah paham. Mengenai kakak nya yang tak mendapat perlakuan adil, justru membuat Cesar kesal dan menganggap keluarga nya sekarang itu palsu. Dia ikut terlibat juga dalam peristiwa kecelakaan dua gadis kembar yang berujung tragis, peristiwa malang itu hanya di ketahui oleh Cakra seorang sang kakak dari Cesar. Terlibat dalam kematian saudara kembar nya Carlos? Tak memungkinkan bagi Cakra bisa mendapatkan satu pun kalimat maaf dari adik nya. Lebih dari belasan tahun Cakra telah menyembunyikan hal ini bahkan keluarga nya dari Cesar. Ketakutan terus menyelimuti, tidak memberitahu nya hanya karena takut jika Cesar akan menuduh yang tidak tidak. "Sebenarnya gue ga ada maksud buat bunuh saudara gue sendiri!." "Ya terus maksud lo gimana?! Siapa yang bunuh kak Carlos kalo bukan lo!." "Ayah! Kalo bukan karena ayah gue ga bakal nyembunyiin masalah segede ini!." "Lo egois, kak." Tidak membaik? Tentu saja, semenjak kejadian itu justru membuat hubungan kedua nya renggang bahkan sang ibu nekat mengakhiri hubungan nya dengan suami nya agar sang anak tidak merasakan kesedihan lagi atas perilaku yang di lakukan sang ayah. "Cara bunda salah." "Nak, bunda hanya ingin yang terbaik." ♪♪♪♪ Menatap langit langit mendung membuat cesar kembali ingat kepada foto yang telah dia temukan di lemari rahasia milik sang ayah yang selalu terkunci selama belasan tahun. Cesar hanya bisa menangis dan menangis saat mengetahui perilaku kejam sang ayah dan juga kakek neneknya kepada kakak nya sendiri. Sungguh ironis, keluarga apakah ini. Sehingga, pembalasan dendam pun telah mencapai puncak yang mengharuskan Cesar harus kehilangan nyawa nya untuk selama lama nya. "Kak, makasih ya?." ♪♪♪♪ "Keluarga palsu." ♪♪♪♪ "Lo penyebab kematian kembaran gue." "Maksud lo?."
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
A Class? or A Home? cover
°♡Introvert Girl♡° | End✔| cover
Tanaya  cover
Mereka Yang Ingin Bersama  cover
Cakra's Last Embrace. | End | cover
Kita Beda Tuhan cover
Garis Singgung  cover
Side Story of Re:Start!: 1508 cover
Perjuangan Dan Kesetian Cinta cover
Bukan Kisah Novel • Tamat cover

A Class? or A Home?

25 capítulos Em andamento

Di SMA Harmoni Madani, kelas 10-1 hanyalah salah satu dari banyak kelas di sekolah itu. Namun bagi sepuluh anak laki-laki yang duduk di dalamnya-Wisnu, Abdul, Danis, Ayub, Ferdiansyah, Reza, Dimas, Denis, Fathan, dan Micco-kelas itu tumbuh menjadi lebih dari sekadar ruang belajar. Ini adalah kisah tentang pertemuan yang tak direncanakan, tawa yang tak dibuat-buat, dan persahabatan yang tumbuh perlahan dalam keheningan dan kebisingan sehari-hari. Berbeda-beda latar belakang dan kepribadian, mereka belajar saling memahami. Dari candaan ringan Denis hingga ketenangan misterius Danis, dari ketulusan Abdul yang religius hingga kehangatan diam-diam dari Micco-masing-masing membawa warna ke dalam ruang itu. Tahun ajaran bergulir, tugas datang silih berganti, konflik kecil muncul, dan kenangan terus tercipta. Hingga akhirnya mereka harus naik ke kelas 11 dan terpisah, memilih jalan sesuai minat masing-masing. Namun sebelum benar-benar melangkah, mereka menengok ke belakang dan bertanya: apakah ini hanya sebuah kelas... atau sudah menjadi rumah? Sebuah cerita hangat tentang arti kehadiran, penerimaan, dan persahabatan yang tumbuh dalam satu tahun yang sederhana namun tak tergantikan.