Skakmat

Skakmat

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Satu kali saja, hanya satu kali lagi. Bermain lah dengan ku, hanya satu ronde saja. kumohon dengan sangat. Gloria namanya. Sekilas terlihat seperti wanita biasa saja, tetapi sebenarnya Gloria adalah seorang yang hampir sempurna. Ia seorang yang multitalenta, ia pintar, hebat dalam olahraga, pintar bercerita, gampang berkomunikasi, pandai berdandan dan juga bisa memasak. Banyak orang menyukai nya. Wanita ingin berteman dengan nya, laki-laki ingin berkencan dengan nya. Ia tak pernah kalah dalam setiap pertandingan yang ia ikuti mulai dari lomba catur, voli, renang, olimpiade matematika dan olimpiade bahasa inggris. Tidak pernah sekali pun iya kalah. Tetapi pada suatu saat Gloria kalah.
Creative Commons (CC) Attribution
#35
pantai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Target Cinta (Tamat)
  • Softer than Summer Night
  • Rainbow In My Love (Completed)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • May I Love You?
  • Mantan Ganteng Rese (LENGKAP, SELESAI) | SUDAH REVISI
  • Di Atas Kasta

Aku masuk ke salah satu game cewek. Jenis game yang menyajikan plot cinta, target pria menawan, dan bonus ucapan sayang dari karakter. Masalahnya.... Satu, aku bukan tokoh utama. Dua, aku bahkan tidak pernah memainkan game tersebut! Tiga, tidak ada telunjuk emas yang bisa membantuku hidup nyaman, tenteram, dan makmur. Lantas apa yang harus kulakukan? Jawabannya: tidak ada. Jalani saja semua dengan gagah berani sekalipun dalam hati ingin menangis. *** "Si-siapa?" Suatu hari ada sosok mencurigakan yang bisa saja disamakan dengan tukang tagih utang versi elite. Namun, tukang tagih utang yang satu ini tidak menyuruhku mencicil utang maupun menjual ginjalku. Dia berkata, "Ayo pulang ke rumah. Kami sudah menunggumu." Mana bisa aku percaya sesuatu yang terlalu baik untuk jadi nyata? Mimpi? Hanya orang naif yang meyakini bahwa semua manusia itu berbudi baik tanpa niat buruk. Namun, aduh! Hidup melarat itu tiada tertahan! Aku mau setidaknya bisa makan tiga kali sehari! Nasi, lauk lengkap, dan bukannya mi instan yang porsinya kubagi dua demi kepentingan jangka panjang! "Tu-tunangan siapa?!" Aku tidak berniat ikut campur! Sumpah! Pria elok bagai merak jantan itu ternyata tunanganku? Si-siapa yang menulis skrip? Kemari! Cepat beri aku plot alternatif! Mengapa rasanya leherku seolah berada di bawah naungan pedang tajam, sih? Oh oke, tunanganku terlalu menggoda. Barangkali colek sedikit tidak ada ruginya bagi siapa pun, 'kan? ... atau tidak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines