Skakmat

Skakmat

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
Satu kali saja, hanya satu kali lagi. Bermain lah dengan ku, hanya satu ronde saja. kumohon dengan sangat. Gloria namanya. Sekilas terlihat seperti wanita biasa saja, tetapi sebenarnya Gloria adalah seorang yang hampir sempurna. Ia seorang yang multitalenta, ia pintar, hebat dalam olahraga, pintar bercerita, gampang berkomunikasi, pandai berdandan dan juga bisa memasak. Banyak orang menyukai nya. Wanita ingin berteman dengan nya, laki-laki ingin berkencan dengan nya. Ia tak pernah kalah dalam setiap pertandingan yang ia ikuti mulai dari lomba catur, voli, renang, olimpiade matematika dan olimpiade bahasa inggris. Tidak pernah sekali pun iya kalah. Tetapi pada suatu saat Gloria kalah.
Creative Commons (CC) Attribution
#35
catur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Always There
  • RUBY ZOE
  • Mantan Ganteng Rese (LENGKAP, SELESAI) | SUDAH REVISI
  • Geo&Gia [END]
  • Rainbow In My Love (Completed)
  • Softer than Summer Night
  • CARBIL

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines