Ayah, Dengan Rindu, Aku Bertumbuh

Ayah, Dengan Rindu, Aku Bertumbuh

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 9, 2025
Rindu sering kali terasa seperti lorong panjang tanpa ujung, membawa kenangan yang terus berputar dalam ingatan. Zahira merasakan itu sejak kepergian ayahnya-sosok yang selalu menjadi pelindung, teladan, dan cinta pertamanya. Di setiap sudut kehidupan, ia mencari jawaban atas pertanyaan yang terus menghantuinya: Di mana aku harus mencari obat rindu ini? Perjalanan emosionalnya membawanya pada kebersamaan dengan sahabat, nasihat bijak sang ibu, serta pelajaran kehidupan yang ia temukan dari ayat-ayat Al-Qur'an. Zahira pun mulai menyadari bahwa rindu bukan sekadar kehilangan, melainkan cara untuk mengenang dengan bahagia. Ia belajar bahwa kehadiran ayah tidak pernah benar-benar pergi, melainkan tetap hidup dalam setiap doa yang ia panjatkan dan setiap kebaikan yang ia lakukan. Melalui novel ini, pembaca diajak menyelami perjalanan Zahira-dari kesedihan menuju keikhlasan, dari kehilangan menuju pertumbuhan. Sebuah kisah tentang bagaimana cinta seorang ayah tak akan pernah pudar, dan bagaimana doa menjadi jembatan yang menghubungkan dua hati yang terpisah oleh takdir. Karena sejatinya, rindu bukan untuk ditangisi, tetapi untuk menempa hati agar lebih kuat dan bertumbuh.
All Rights Reserved
#18
pertumbuhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZAWIL
  • If It's You
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Jika Tak Pernah Merasa Baik Baik Saja
  • Cinta Dalam Hijrah || SELESAI
  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
ZAWIL

Zawil Arzendra adalah remaja cerdas yang menyimpan banyak misteri. Sebagai pewaris perusahaan terbesar di Jakarta, hidupnya telah digariskan-meneruskan kerajaan bisnis sang ayah. Tapi di balik semua itu, Zawil menyimpan mimpi yang tak pernah didukung siapa pun... bahkan oleh orang tuanya sendiri. Sementara itu, Azura Xaviera, sahabat masa kecilnya, tumbuh menjadi gadis ambisius yang terlihat percaya diri dan berani mengambil risiko. Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik senyum dan prestasinya, Azura hidup dalam bayang-bayang kakak-kakaknya. Ia terus dibandingkan, dituntut, bahkan tak diberi ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Zawil dan Azura saling memahami-dua jiwa yang terluka, saling menjadi tempat bernaung. Tapi waktu dan takdir memisahkan mereka. Zawil harus memilih warisan keluarganya, dan Azura harus bertahan seorang diri dalam dinginnya ekspektasi. Kini, mereka kembali dipertemukan di bangku SMA. Rasa yang dulu pernah tumbuh masih tersisa, namun luka lama dan ambisi pribadi menghalangi segalanya. Dalam pusaran cinta, impian, dan luka keluarga... mampukah mereka melawan takdir? Atau harus kembali merelakan segalanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines