We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Darkest June

Darkest June

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Isla Evienne hidup dalam dunia yang selalu tenang-tempat di mana segala sesuatu berjalan seperti seharusnya, tanpa kejutan, tanpa luka. Hingga dia bertemu Sagara Rendra. Cowok dengan senyum tipis dan mata gelap yang selalu menyimpan sesuatu di balik tatapannya. Sagara datang begitu saja, tanpa suara, tanpa permisi, lalu menetap di sudut-sudut kecil yang selama ini tidak pernah Isla sadari kosong. Dia hangat, tapi ada dingin yang selalu tersisa di jejaknya. Semakin dekat Isla melangkah, semakin banyak hal yang tidak bisa dia pahami. Ada sesuatu di balik cara Sagara berbicara, di balik jemarinya yang selalu terasa dingin, dan cara dia menjaga jarak seakan-akan setiap orang yang menyentuhnya hanya akan berakhir dengan luka. Tapi Isla tetap bertahan. Karena bukankah cinta selalu datang tanpa memilih tempat? Namun, yang paling menakutkan dari jatuh cinta adalah, kamu tidak pernah benar-benar tahu kepada siapa kamu menyerahkan hatimu. Dan beberapa rahasia... seharusnya tidak pernah ditemukan. Darkest June, Metafora untuk cinta yang mekar di waktu yang indah tapi pada orang yang mungkin saja salah. © Copyright by Pearlyescent
All Rights Reserved
#9
balet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • The Fate Of My Life (END)
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • Possessed by You
  • Atela's Journal [FINISHED]
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines