Mikala, seorang santriwati baru di Pondok Pesantren Darul Quro, bukanlah gadis biasa. Ia adalah seorang Syarifah, keturunan Rasulullah, yang namanya membawa garis nasab Al-Haddad sebuah silsilah yang dihormati namun juga menimbulkan rasa penasaran dan kecurigaan bagi sebagian orang.
Keistimewaannya tak hanya terletak pada darah yang mengalir dalam dirinya. Mikala telah khatam 30 juz Al-Qur'an dalam waktu 31 hari dan menghafal banyak kitab kuning, sebuah pencapaian yang jarang ditemukan bahkan di antara para santri terbaik. Namun, ketika ia menginjakkan kaki di pesantren, dirinya bukan hanya menjadi pusat perhatian karena keilmuannya, tetapi juga karena keberadaannya yang penuh misteri.
Di pesantren itu, Mikala bertemu dengan Gus Ghazi, putra kiai yang memiliki sifat dingin dan penuh kecurigaan. Bagi Gus Ghazi, nama Al-Haddad membawa tanda tanya besar. Ada kisah masa lalu yang membuatnya tidak mudah percaya pada siapa pun yang membawa nama itu. Ia tak bisa begitu saja menerima Mikala, meski semua orang di sekitarnya mengagumi kecerdasan dan ketulusan gadis itu.
Hubungan mereka diwarnai oleh ketegangan, perdebatan ilmiah, dan rahasia yang perlahan terungkap. Apakah kehadiran Mikala adalah takdir yang telah tertulis? Ataukah ada kisah lain yang menghubungkan mereka berdua dalam benang merah suratan takdir yang belum tersingkap?
Di balik dinding pesantren yang damai, kisah perjalanan spiritual, kepercayaan, dan takdir mulai terjalin menuntun Mikala dan Gus Ghazi pada jawaban yang selama ini mereka cari.
Todos los derechos reservados