Di dunia yang dikuasai oleh roh jahat dan makhluk terkutuk, berdirilah Akademi Exorcist, tempat para pemuda berbakat dilatih untuk menjadi pembasmi kegelapan. Di antara mereka, ada tiga murid terbaik: Ken, sang ahli pedang suci; Zera, penyihir mutlak; dan Kirara, pemilik teknik kutukan yang mematikan.
Mereka memiliki satu misi besar memburu anak buah Zero, sosok misterius yang dikenal sebagai musuh terbesar para exorcist. Namun, ketika mereka akhirnya berhadapan dengan Zero, pertarungan sengit pun terjadi. Zero bukanlah musuh biasa dia lebih kuat, lebih cepat, dan memiliki kekuatan yang tak dapat dipahami.
Namun, dalam pertempuran yang menentukan, kebenaran mulai terungkap. Zero bukan sekadar musuh... dia adalah seseorang yang telah dimanipulasi oleh kekuatan jahat yang lebih besar. Perlahan, kebenciannya pada exorcist mulai runtuh, dan untuk pertama kalinya, dia meragukan jalan yang selama ini dia tempuh.
Di tengah konflik batin dan pengkhianatan, Zero akhirnya memutuskan untuk berpihak pada Akademi Exorcist. Dengan masa lalu yang kelam, dia mencoba menebus dosanya dan memulai hidup baru. Namun, musuh sejati masih mengintai di balik bayangan... dan Zero harus membuktikan di pihak mana dia sebenarnya berdiri.
attention: cerita ini saya terinspirasi dari manga/anime jujutsu kaisen, mungkin ada beberapa adegan yang sama dengan cerita tersebut
"Gua ga bisa kasih tau apa alasannya." Jawab Tera cepat
"Kenapa? Tanya Anin.
"Apa ini ada hubungannya sama kematian Sena yang tiba-tiba?" Lanjutnya lagi.
Hening.
Sekuat tenaga Tera berusaha menyembunyikan ekspresi terkejutnya mendengar pertanyaan dari Anin. Tangannya ia kepalkan kuat-kuat ke samping bajunya, berusaha menahan amarah.
"Lo gila ya!" Ucap Tera.
"Kenapa?" Ucapan gua bener?" Tanya Anin seolah menantang.
~~~
Bagaimana bisa reorganisasi pada sebuah organisasi mahasiswa menjadi sebuah traumatis bagi seseorang? Banyak kejadian yang merugikan, menguras pikiran dan tenaga, bahkan sampai kematian seseorang. Reorganisasi yang terlihat bersih, meriah, demokratis, penuh perjuangan, dan ketat akan norma dan atura, justru menyimpan rahasia yang sangat kotor. Rahasia yang membuat siapa saja menyesal mengetahuinya.
Bagaimana akhir dari cerita ini?