Pramoedya Kala Hujan

Pramoedya Kala Hujan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 18, 2025
"Bul, nanti kalo kamu sedih nangisnya waktu hujan ya?." "Kenapa? Kok waktu hujan." "Karena nanti aku bakal hapus air mata kamu lewat rintik hujan." "Apasih, kan nanti kamu bakal datang langsung buat hapus air mata aku." "Umur ga ada yang tau Bul." Andai waktu itu aku tau, bahwa ucapanmu kala itu bukan hanya sekedar ucapan biasa. Terlalu banyak berandai karena rasa bersalahku, aku rindu. Cepatlah pulang, kembalilah pulang ke jalan yang seharusnya kamu berada Pram. Jika mungkin jalan pulang mu bukan aku, maka biarkan aku menjadi orang pertama yang tau siapa rumah pulangmu itu. Biar aku benahi rumahku, agar aku bisa menjadi rumah pulangmu. Nebula dan Pramoedya, di Bandung Lautan Api.
All Rights Reserved
#262
romcom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines