Ruang Kosong ♦ End

Ruang Kosong ♦ End

  • WpView
    LECTURES 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., févr. 27, 2025
Arthada terbiasa sendirian. Hidupnya adalah serangkaian kebencian, penolakan, dan kesalahpahaman. Di sekolah, dia dikenal sebagai pembuat onar-seseorang yang lebih suka melihat orang lain menderita daripada membiarkan dirinya terlihat lemah. Tidak ada yang benar-benar peduli, dan Arthada pun tidak pernah berharap ada yang peduli. Namun, kehadiran Kaizan mengubah segalanya. Tidak seperti yang lain, Kaizan tidak menghindar. Dia tidak takut, tidak menilai, dan tidak mudah percaya pada rumor. Dengan caranya yang menyebalkan sekaligus hangat, Kaizan terus mencoba mendekatinya, seakan ingin membuktikan sesuatu. Sedikit demi sedikit, Arthada mulai membiarkan dirinya percaya-bahwa mungkin, hanya mungkin, dia juga pantas untuk diterima. Tapi takdir selalu punya caranya sendiri. Ketika satu per satu kebenaran mulai terungkap, ketika semua hal yang selama ini disembunyikan mulai menyeruak ke permukaan, pertanyaan besar muncul: Apakah Arthada benar-benar jahat seperti yang orang-orang katakan? Atau sebenarnya, dia hanyalah seseorang yang terlalu lama terjebak di ruang kosongnya sendiri? Dan yang lebih penting-apakah ruang kosong itu akhirnya benar-benar terisi? Atau justru dibiarkan kosong selamanya?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ekstrovert & Introvert [SELESAI✔️]
  • 𝑨𝒃𝒐𝒖𝒕 𝑺𝒂𝒉𝒂𝒓𝒂 (ᴇɴᴅ)
  • TAKDIR HIDUP
  • Bayangan Rahasia
  • METAMORFOSA (Completed)
  • Arthar Kavindra
  • Mistake
  • Because ILY [Completed]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]

Zafran Haikal Yoso, si ekstrovert tampan yang populer. Gitaris band terkenal di sekolah, bahkan di lingkungan luar pun banyak menyita perhatian kalangan muda. Hidupnya penuh warna, ia akan dengan mudah mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya dan melakukan segala hal yang ingin dilakukan. Zafran, si ekstrovert yang akan dengan mudah berbaur dengan orang-orang baru. Aldara Zeenanta, si introvert cantik yang hobi menulis. Hidupnya terlalu abu-abu, polos dan dingin. Ditambah ia memiliki masa lalu yang kelam hingga berdampak pada sifatnya yang tak mudah bergaul dengan orang-orang baru. Ia hanya akan membebaskan sifat hangatnya pada orang-orang yang dapat membuatnya nyaman. Sementara hal lain yang membuat hidupnya penuh kesedihan adalah ketika Ibu kandungnya yang tak lagi menganggap kehadirannya. Mereka, si ekstrovert dan si introvert mulanya tak saling mengenal satu sama lain, padahal mereka belajar di sekolah yang sama, SMA Mata Garuda. Mungkin masih bisa dibilang wajar karena mereka terpaut satu tahun. Suatu hari, takdir mempertemukan keduanya dengan sebuah keterpaksaan. Membuat pertemuan-pertemuan selanjutnya yang tak diinginkan justru membawa malapetaka bagi keduanya. Setiap bertemu, mereka bagai ikan dan cermin yang sering bertengkar, air dan api yang ingin jadi pemenang, dan adu mulut yang tak ada ujungnya. Alda yang merasa hidup tenangnya menjadi kacau balau dan Zafran yang sangat menikmati keasyikan hidupnya jadi merasa tertekan. Lantas mengapa mereka tak saling menjauh saja? Takdir memang seperti itu, menuntut sesuka hati tanpa memikirkan yang bersangkutan. Tapi percayalah, takdir tak sejahat yang kalian duga. Karena maksud yang sebenarnya dari pertemuan keduanya adalah untuk bertukar warna dan dapat merasakan kehidupan lain. Atau, untuk saling memadukan kedua warna hidup itu agar mampu menciptakan manis pahit hidup yang sempurna. Namun mampukah keduanya menemukan maksud yang sebenarnya? Bacalah, dan kamu akan mengetahuinya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu