We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stay Alone

Stay Alone

  • WpView
    Reads 2,720
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Dec 21, 2015
WpInfo
Fanfic
Dulu kita pernah dekat. Merangkai kebahagiaan dalam selembar kertas putih. Berlari dan tertawa lepas di hamparan daunan kering. Perlahan kita menjauh. Dan akhirnya saling mengabaikan. Perasaan itu berubah dengan sendirinya. Diam-diam dan tanpa ku sadari merasuki pikiranku. Mengendalikan emosiku. Aku yang mengikuti alur cerita ini hanya membisu. Menatapi pahitnya akhir skenario yang begitu menyedihkan. -Raka Matahari mulai menepi. Mengistirahatkan sinar terangnya. Aku dan kamu saling bertatapan. Bersiap berlari mengejar pancaran matahari. Hingga akhirnya kita terjatuh dan kelelahan. Terbaring letih dan menatapi teduhnya langit. Dulu kita begitu dekat. Sampai suatu saat, aku yang bukan siapa-siapa harus merelakan kamu pergi dengan yang lain. Kita menjauh dan mulai melupakan. Aku hanya bisa menerima kenyataan bahwa kau pasti akan bahagia bersama yang lain. -Chiara .::-::. a story by prodega © 2015
All Rights Reserved
#174
good
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • KEYLA
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • AmiKa [NOVEL] SELESAI✓
  • Sekali Lagi (End)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • FRIENDzone (Completed)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines