Heroes Killer

Heroes Killer

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Otogiri Yuuji, seorang pembunuh yang mati dalam pelarian, diberi kesempatan kedua oleh dewi misterius. Bukan untuk menebus dosa, tetapi untuk membunuh. Ia terlahir kembali sebagai Alina, seorang gadis lemah di dunia yang kacau. Para 'pahlawan' yang seharusnya menyelamatkan dunia justru menjadi monster yang lebih berbahaya dari iblis. Tugasnya? Memburu dan menghabisi mereka. Namun, semakin jauh ia melangkah, semakin ia menyadari-apakah ia pemburu, atau hanya bidak lain dalam permainan para dewa?
All Rights Reserved
#383
psychological
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • reinkarnasi sang penguasa kegelapan - Austin grifin
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  • DXD : Boundless Potention Of The Humanity [ Rewrite ]

Yuji, seorang remaja kurus dan lemah yang hidupnya dipenuhi penderitaan akibat bullying sejak SMP hingga SMA, akhirnya meregang nyawa di tangan para penyiksanya. Dunia memperlakukannya seperti sampah, dan di detik terakhir hidupnya, ia hanya memiliki satu harapan: kekuatan... dan pembalasan. Namun, kematian bukanlah akhir baginya. Ia terlahir kembali di dunia lain sebagai Austin Grifin, sosok baru dengan kekuatan sihir gelap yang luar biasa dan potensi tanpa batas. Di dunia yang penuh monster, kerajaan, dan intrik sihir, Austin tidak lagi menjadi korban. Ia menjadi algojo. Dengan hati yang telah membeku dan pikiran yang dipenuhi ambisi, Austin menapaki jalan berdarah sebagai Demon Lord. Ia membangun kekaisarannya sendiri di tengah reruntuhan, memaksa manusia, iblis, dan dewa sekalipun untuk berlutut di hadapannya. Ia tidak tertarik pada kebaikan atau keadilan-yang ia inginkan hanyalah dunia yang tunduk pada kehendaknya, dan balas dendam terhadap konsep "kemanusiaan" itu sendiri. Namun, di balik tirani dan kekejamannya, tersisa luka masa lalu yang belum sembuh-yang mungkin suatu saat akan menghancurkan atau menyelamatkannya... ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines