Marvel [On Going]

Marvel [On Going]

  • WpView
    Reads 3,271
  • WpVote
    Votes 2,560
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 31, 2026
Hidup adalah perjalanan sementara yang terjadi dalam diri manusia. Lalu, untuk apa kita masih mengharapkan selamanya?" Marvello, sosok laki-laki yang identik dengan tato kecil di pergelangan tangannya, siswa berandalan nomor satu di SMA Dharmawangsa, terkenal sebagai ketua pada perkumpulan besarnya, XATROVA. Dalam kisahnya, cerita indah dan cerita menyenangkan tidak ada dalam rangkaiannya, hingga akhirnya, proses hidup mempertemukannya dengan perempuan dengan rambutnya yang menyentuh pinggul, perempuan yang memiliki 'pengecualian' dalam diri Marvello, perempuan yang akhirnya berhasil meredakan ego dan keras kepalanya, perempuan yang dia jaga dengan baik atas dasar tugas', dia Vanesha Hera Aurelian.
All Rights Reserved
#756
solid
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • Halcyon
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • CEYRON ALLISTAIR
  • Ruang yang Tak Pernah Jadi Rumah
  • Caged
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Embrace again, Arnan

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines