Eden
  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 28, 2025
"Tuhan telah mati. Tuhan tetaplah mati. Dan kalian yang membunuhnya." Selama 22 tahun, Alana mengulang 22.222 kali sembahnya untuk mencari Tuhan. 2 kali kehilangan orang yang ia cintai. 2 kali gagal bunuh diri. 2 jawaban yang sama dari Tuhan : hening dan bungkam. Nyaris putus asa mengira menderita dalam kefanaan, Anak Tuhan turun ke dunia, membisikkan wahyu pada Alana tentang akhir segala derita. Ditampakkan oleh-Nya Eden - surga tanpa kehilangan, tanpa rasa sakit, tanpa kesunyian. Namun untuk masuk ke sana, gadis itu harus meninggalkan segalanya. Apakah ini jalan keselamatan, atau awal dari kehancuran? ---------- Est. Maret 2025 [Sains Fiksi]
All Rights Reserved
#921
darkromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelamkari
  • Berandal school is a good Papa
  • ALUNA
  • Akalanka [Completed]
  • The Pilot's Wife [END]
  • Till I Meet You
  • Something Between Us
  • Evanescent
  • Persona
  • Eimaikala
Kelamkari

Bagi Laith, menghadapi pikiran kelewat normal ayah dan kakaknya saja sulitnya sudah setengah mati. Belum lagi tingkah dan kekritisan berpikir keponakan tercinta yang baginya lebih cerdas dibanding anak seumuran. Ini, hidupnya dibuat semakin kalang kabut karena sang pujaan hati dilecehkan dosen mereka sendiri. Jika tak melelahkan, Laith mungkin tak akan henti mengeluarkan sumpah serapahnya. Syukurnya, Tuhan sayang Laith. Bertemu perempuan antah-berantah yang takut mati hanya karena di akhirat tak ada wifi--katanya--membuat lelaki itu tak jadi menjatuhkan diri dari atas jembatan. Tidak! Hidupnya tak sungguh baik, justru ... semakin rumit. Harap maklum, ini bukan cerita ringan yang bisa kaubaca untuk melepas penat. Tuhan masih akan menjadi poros utama cerita ini ada dan berputar-putar di sana. Lewat sudut pandang, kemurnian sosok anak kecil, temu, duka, juga ... cinta. Kelamkari; cita yang berwarna. ________________ Kumohon, kosongkan kefanatikan sebelum membaca cerita ini. Karena wadah yang penuh, tak akan dapat menampung apa-apa yang baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines