Navela (hiatus)

Navela (hiatus)

  • WpView
    MGA BUMASA 81
  • WpVote
    Mga Boto 14
  • WpPart
    Mga Parte 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, May 10, 2025
Menceritakan kehidupan seorang Felio Senandika. Orang yang tidak menyukai hal-hal yang merepotkan dan menyusahkan. Bersikap cuek di luar dan hangat untuk keluarganya. Tidak menyukai hal-hal yang berhubungan dengan cinta dan perasaan, terkecuali beberapa hal. Tingkah nya bar bar dan sinting. Hobi mengumpat dan gila gilaan. -o0o- "mm.. Sebenarnya saya sudah menyukai mu beberapa bulan ini" "Lalu?" tanya Felio tanpa melirik sama sekali. .... Harap bijak dalam membaca! Mengandung banyak kata-kata kasar⚠️ Kalau penasaran langsung baca aja! Masih pemula!
All Rights Reserved
#326
kantor
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Felix Story : CINTA DI ANTARA DUA IKATAN TERSEMBUNYI
  • Short Stories
  • Sudut pandang (felisha)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Falling for You - TERBIT
  • Sekretaris Galak #APproject *Tamat*
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman