Story cover for Heartotype by IchiHikaru
Heartotype
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Feb 28, 2025
Mature
Abad ke-22, dunia jatuh ke dalam wabah yang lebih mematikan dari virus. Pandemi Kesepian. Ia menyatu dalam napas masyarakat individualis. Perlahan memunculkan desensitisasi kepada setiap kasus bunuh diri.

Manusia mencapai puncak peradaban, hanya untuk kehilangan rasa percaya pada koneksi interpersonal sebagai bayaran. 

"Adakah tersisa teman yang tulus dan akan selalu ada untukku?" Manusia menemukan jawaban cepat: pengembangan kecerdasan buatan.

Heart Project, ambisi untuk menyalakan kembali asa yang padam oleh topeng-topeng hipokrisi.

Heart Project, kerinduan akan sebuah hubungan hangat nan sederhana yang tak berwujud.

Heart Project, upaya distraksi diri dari absurditas kehidupan.


"Rotasi dunia akan tetap sama, dengan atau tanpa kita."

[ Scifi - Psychological - Drama ]

***

[ TRIGGER WARNING: konten sensitif berkaitan dengan topik-topik bunuh diri ]


# WIAI World Event | TOP 10 BEST STORY 

Amazing cover by @andywylan
All Rights Reserved
Sign up to add Heartotype to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
DALAM DETAK (SELESAI) cover
Children Of Neverland cover
Garden Of Mirror [ Noir ] [ COMPLETED - SUDAH TERBIT By TeoriKata Publisher ] cover
Daisy [COMPLETED] cover
Bangkit! [END] cover
30 Hari Menepi | END cover
15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED) cover
The Green Sketchbook [END] cover
Die in Seven Days [END]✔ cover

DALAM DETAK (SELESAI)

7 parts Complete Mature

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017