Cinta yang Tak Pernah Padam

Cinta yang Tak Pernah Padam

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Mar 4, 2025
Alana tidak pernah menyangka bahwa pertemuannya dengan Reza, seorang penulis misterius, akan mengubah hidupnya selamanya. Awalnya, mereka hanya saling mengenal sebagai teman, berbagi tawa di antara aroma kopi dan halaman-halaman buku. Namun, semakin dalam Alana mengenal Reza, semakin ia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan pria itu. Ketika akhirnya rahasia Reza terungkap-bahwa ia mengidap penyakit yang tak bisa disembuhkan-hati Alana hancur. Namun, ia tidak ingin menyerah pada takdir. Ia memilih untuk mencintai Reza dengan sepenuh hati, meskipun tahu kebersamaan mereka tidak akan berlangsung selamanya. Di antara kebahagiaan dan air mata, mereka menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Hingga akhirnya, meskipun Reza pergi, cintanya untuk Alana tetap hidup-abadi dalam kenangan, dalam kata-kata, dan dalam setiap hembusan angin yang menyentuh pipinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • "Surat yang Tidak Diketahui":
  • Belahan Jiwa
  • Querencia #31 Days Writing Challenge
  • Aira
  • WISHES.
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Something Between Us
  • SECRET ADMIRER {END}

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines