Duda dan Janda, Why Not?

Duda dan Janda, Why Not?

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 4, 2025
"Duda dan janda, kenapa tidak?" tanya Tika menghentikan tangan Shinta yang mengocok telor, "lagian kalian sama-sama sendiri. Tak ada masalah, 'kan?" "Tapi ..." "Lagian, kamu tidak merebut pasangan orang lain, kok," Tika menepuk pundak sang kawan, "terima saja. Kalian pasangan yang cocok." "Gak segampang itu!" "Anggi Marito, kali," Tika menyahut sembari tertawa pelan, "kamu berhak bahagia." Shinta membuang napas dalam. Menatap Tika yang mengangguk kepala. "Tak ada salahnya dicoba." Wanita yang memakai apron itu, tak bisa berbicara lagi. Hanya pikiran terasa berisik. Antara menerima pinangan seorang duda. Atau tetap memilih sendiri. Seperti janjinya yang tak ingin lagi berurusan dengan kaum laki-laki. Tapi, kedua anaknya sangat setuju ia menikah dengan Riga. Haruskah Shinta melepaskan gelar janda yang telah tersemat selama delapan tahun ini. Temukan jawabannya dalam cerita, Duda dan Janda, Why Not?
All Rights Reserved
#8
ditantanginanfight
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukannya Cengeng. Hanya Saja, Pasti Akan Ada Tangis Tiap Ia Mulai Mendongeng
  • [END] 𝗖𝗲𝘄𝗲𝗸𝘂 𝗝𝗲𝗻𝗴𝗸𝗼𝗹 𝗛𝗼𝗹𝗶𝗰, 𝗖𝗼𝘄𝗼𝗸𝘂 𝗝𝘂𝗹𝗶𝗱 𝗠𝗮𝗻𝗶𝗮
  • Fated to Marry You (End)
  • Gus Raffi ( Mengungkap Tabir Mimpi 101 Butir Tasbih)
  • SGM 27+ : Semua Gara-gara Marga ✓
  • Cintaku Mentok di Janda Anak Satu ✓
  • Meraih Hatimu yang Hancur Karenaku (TAMAT)
  • SASHI

Setiap orang punya kisah masing-masing. Saat kau menikmati suatu cerita, manakah yang kau kagumi? Jalan cerita kisahnya, ataukah jalan pikiran si penulis?

More details
WpActionLinkContent Guidelines