Run Away (on going)

Run Away (on going)

  • WpView
    Reads 2,738
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 11, 2026
*mature chap akan dipisah. "Even if you run... I'll always find you." Alessa duduk di bangku paling pojok aula, tangan gemetar di atas paha. Suara gitar mulai mengalun. Semua orang berbisik kaget... Cowok dingin yang bahkan nggak pernah ngomong di kelas Varel tiba-tiba berdiri di atas panggung. Lagu pertama yang dia bawain... RUNRUNRUN. Suara seraknya pelan, dingin, seolah-olah hanya menyanyikan lagu itu untuk satu orang. Alessa. Mata gelap itu nggak pernah lepas dari dirinya. Setiap lirik yang terucap seperti belenggu tak kasat mata yang membungkus tubuh Alessa tanpa bisa melawan. "Even if you run, run, run... I'll be waiting on the other side." Alessa menunduk, berusaha mengabaikan tatapan itu. Tapi suara berat itu terus menggema di telinganya - seakan menghipnotis. Ketika lagu selesai, Varel turun dari panggung... dan langsung berjalan lurus ke arahnya. Bibir tipisnya melengkung dingin. Dia duduk di samping Alessa, membisikkan sesuatu di telinganya. Suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Aku sudah memperingatimu, Alessa... Kau bisa berlari sejauh apa pun... Tapi aku selalu menemukanmu."
All Rights Reserved
#761
obsessed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • last hold S2 ✓
  • EDELINE [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • BITCH OF LOVE🔞 ( PoohPavel Short Story ) END
  • My Friend Is My Strength
  • My Old Love (TAMAT)
  • Felicity Of Unexpected Love
  • MANTAN KAKA IPAR || [TAMAT]

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines