Nusa Bintaris: Alternatif Paradoks

Nusa Bintaris: Alternatif Paradoks

  • WpView
    LECTURAS 499
  • WpVote
    Votos 302
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, abr 17, 2026
Bahar punya masalah besar. Dia terlempar ke masa depan. Padahal, di masa itu ia seharusnya sudah renta. Atau mungkin sudah menghilang dari sejarah. Kini, Bahar dan dunianya berdiri di antara dua kenyataan: satu di mana Bahar tetap hidup, dan satu di mana ia tak pernah ada. Dibantu oleh anak-anak jenius dari Antaris dan rival mereka, Orion, Bahar mulai menggali satu persatu jawaban dari fenomena aneh yang terus menghantuinya. "Aku tidak bisa menyimpulkan apapun selain menjulukimu 'si manusia kuantum dari masa lalu'." -the leader of Antaris. ~ Sc cover: pinterest Status: on going [Cast terserah imajinasi kalian saja] [Slow update]
Todos los derechos reservados
#760
perjalananwaktu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SeKalya
  • TRANSMIGRASI:Ahli bela diri dingin dari Veydris
  • [S1] Parallel Lies
  • My Beloved Senior [HaliSol]
  • THE PILLOW [Tamat]
  • Heliosentris [TAMAT]
  • If You ✔️
  • Seketika Kau Jadi Semesta
SeKalya

"Pakai, Kal. Anginnya jahat malam ini," ucap Sean lembut. Kalya justru mundur selangkah, menepis tangan Sean hingga jaket itu jatuh ke aspal basah. Matanya yang jernih tampak berapi-api oleh rasa takut yang disamarkan sebagai kemarahan. "Lo mau apa, Sean?" suara Kalya parau. "Lo kasih gue susu hangat, lo jemput gue tiap pagi, sekarang lo kasih jaket. Lo mau minta apa dari gue sebagai gantinya? Nilai? Uang? Atau apa?" Sean terdiam, menatap jaketnya yang kotor tanpa rasa kesal. "Gue nggak minta apa-apa, Kal. Gue cuma mau lo nggak kedinginan." Kalya tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar menyakitkan. "Nggak ada yang gratis di dunia ini, Sean. Berhenti bersikap tulus, karena gue nggak tahu cara bayarnya." ༼⁠ ⁠つ⁠ ⁠◕⁠‿⁠◕⁠ ⁠༽⁠つ Ini adalah kisah tentang bagaimana rasanya menjadi haus di tengah hujan. Kalyani Nirankara dikelilingi oleh banyak hal, tapi ia kelaparan akan rasa aman. Ia adalah perempuan yang dipaksa tanpa cela oleh tuntutan keluarga Adiwangsa, menyembunyikan luka di balik seragam lengan panjang yang selalu tertutup rapat. Sean Diratama hadir bukan sebagai pahlawan yang bisa langsung menyembuhkan segalanya. Ia hanyalah laki-laki yang mencoba memahami betapa hancurnya seseorang yang dipaksa terlihat hebat oleh dunia. Nama SeKalya menjadi saksi bahwa pertemuan mereka adalah sebuah kejadian satu kali yang meninggalkan bekas abadi. Sebuah perjalanan yang menjadi penentu; apakah mereka akan berakhir dengan menyembuhkan luka lama, atau justru harus merelakan satu-satunya harapan yang pernah mereka punya. Latar: Jakarta, 2026 SMA Paramitha, Kelas 12

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido