Story cover for A Melody Left Behind by daniagwnirae
A Melody Left Behind
  • WpView
    Leituras 456
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 51
  • WpView
    Leituras 456
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 51
Em andamento, Primeira publicação em mar 01, 2025
Setiap orang punya lagu yang menyimpan kenangan. Tapi bagaimana jika melodi itu bukan hanya sekadar kenangan-melainkan luka yang belum benar-benar sembuh?

Alvan Aravindra kaelen dan Dania Saviera. Dua nama yang selalu berdampingan, dua jiwa yang saling melengkapi. Namun, sekuat apa pun mereka terlihat, ada sesuatu yang selalu menggantung di antara mereka-sesuatu yang tak pernah benar-benar terucap.

Bagi Dania, Alvan adalah rumah. Namun, bagi Alvan, rumah bukan hanya satu tempat. Ada melodi yang terus mengalun dalam dirinya, nada-nada yang tak pernah ia biarkan terdengar-karena melodi itu membawa satu nama.

Michel Adistana Aurellia.

Dia adalah bagian dari masa lalu yang tak bisa dihapus. Gadis yang pernah menjadi pusat dunianya. Dan kini, ketika Dania berpikir ia mulai memahami Alvan, Michel kembali-menggetarkan melodi yang nyaris terlupakan.

Lalu, di antara tawa yang mereka bagi dan kebisuan yang menyiksa, ada pertanyaan yang perlahan merayap masuk:

Apakah melodi yang pernah membuat seseorang utuh... bisa dimainkan lagi tanpa mengubah segalanya?

Karena kali ini, bukan hanya tentang melodi yang belum usai. Ini tentang siapa yang akan bertahan hingga nada terakhir-dan siapa yang akhirnya harus berhenti bermain.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar A Melody Left Behind à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#75novelbaper
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Antara Nada dan Lensa, de Nhunuzee_
33 capítulos Em andamento
Kanaya Elvaretta Maheswari tampak bahagia dengan pacarnya, Raynand Atharazka Wiratama gitaris berbakat sekaligus anak band yang dingin di depan semua orang, tapi selalu hangat untuknya. Namun, di balik senyumnya, Kanaya masih menyimpan bayangan dari masa lalu. Elvano Nathanael Wiranatha, cinta pertamanya yang kini hanya menyisakan kenangan pahit. Kecelakaan yang menimpa mereka di masa lalu menghancurkan Nathan dalam banyak cara membuatnya kehilangan senyum, menjauhi dunia, dan memendam luka yang tak pernah ia tunjukkan. Kini, Nathan bukan hanya seorang mahasiswa jurnalistik yang bekerja sambil kuliah, tetapi juga pria yang berusaha bertahan di tengah kepingan dirinya yang telah hancur. Saat Kanaya, Raynand, dan Nathan kembali bertemu dalam satu panggung kehidupan, kenangan lama yang telah dikubur perlahan muncul kembali. Kanaya berusaha meyakinkan diri bahwa Ray adalah pilihannya, tapi mengapa setiap kali melihat Nathan, hatinya masih terasa sesak? Ray, yang menyadari kegelisahan Kanaya, mulai mempertanyakan tempatnya dalam hati gadis itu. Apakah ia hanya pelarian? Ataukah ia cukup kuat untuk menahan Kanaya tetap di sisinya? Di sisi lain, Nathan berusaha menjauh, tapi tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa Kanaya tetap menjadi satu-satunya cahaya dalam dunianya yang gelap. Di antara melodi yang mengiringi kisah mereka, lensa kamera yang mengabadikan setiap perasaan, serta kata-kata yang tak pernah terucap, siapa yang benar-benar akan bertahan, dan siapa yang harus merelakan? Tema : Cinta pertama vs cinta yang sekarang, healing, kehilangan, musik, dan fotografi
Talvez você também goste
Slide 1 of 7
FREKUENSI RINDU cover
Could you be a home for me? [TAMAT] cover
ABOUT YOU! [Harqeel] cover
VANALEX cover
Antara Nada dan Lensa cover
Bitter-sweet of Memories cover
In the quite of us [END] cover

FREKUENSI RINDU

29 capítulos Concluída

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."