Menyesal. Itulah satu kata yang dirasakannya. Seharusnya ia tidak seperti itu. Seharusnya ia menerima semuanya. Seharusnya ia membuang semua dendam-dendam itu dan menjadikan hari-hari itu sebagai hari-hari terindahnya. Namun ia sadar. Sekalipun ia memaafkan dan membuang dendam dan kebencian itu, sosok itu tetap sama. Sosok itu tetaplah sama dan ia tidak tau apakah ia bisa bertahan hidup bersama air mata penyesalannya. Setidaknya Tuhan telah memberi kesempatan terakhir padanya....
Plus d’Infos