Grey Remants (Girl Love)

Grey Remants (Girl Love)

  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2026
Warning!!! Girl Love Area!!!! Ada jejak yang tertinggal. Tidak peduli seberapa keras kau mencoba menghapusnya. Ketika serangkaian pembunuhan berantai mengguncang kota, Investigator Engfa kembali setelah bertahun-tahun pergi, hanya untuk menemukan bahwa satu-satunya orang yang bisa membantunya memecahkan kasus ini adalah seseorang yang ia tinggalkan dulu-Charlotte, dokter forensik yang kini penuh luka dan rahasia. Setiap korban ditemukan dengan jam tangan di kaki mereka, selalu berhenti di waktu yang sama: 01:00:00. Semakin dalam Engfa menggali, semakin banyak pertanyaan yang muncul-terutama ketika jejak kasus ini menyeret mereka kembali ke masa lalu yang belum sepenuhnya mati. Bagi Charlotte, kedatangan Engfa adalah sebuah pengingat akan semua yang hilang. Bagi Engfa, ini adalah kesempatan untuk menebus kesalahan. Namun, di tengah bayang-bayang kematian dan kebenaran yang semakin buram, mereka harus memutuskan: apakah yang tersisa dari mereka cukup untuk bertahan hidup? 2025
All Rights Reserved
#1
ch3
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • I FOUND YOU S2
  • Mas Tamu & Tuan Rumah
  • Velvet Flame (Indonesian Version)
  • Kill The Unwanted
  • Love or Die
  • Self Defense (Completed)✔
  • Love Slowly Fades And Love Comes

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

More details
WpActionLinkContent Guidelines