We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
(SA)TUNGGAL HARAP

(SA)TUNGGAL HARAP

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Follow dulu sebelum membaca yuk, Arolsa. ═════════════ ☕︎ ════════════ Tawa Lora selalu terdengar paling nyaring di antara teman-temannya. Terlalu nyaring, sampai tak ada yang sadar kalau di baliknya tersimpan sesuatu yang retak. Ia menjalani hari-hari dengan penuh cahaya-tapi cahaya itu cuma pantulan dari luka lama yang belum benar-benar padam. Sebuah kejadian di masa kecilnya menghilangkan sebagian ingatannya, meninggalkan ruang kosong yang terus memanggil nama seseorang yang tak bisa ia ingat. Ada seseorang yang selalu melindunginya. Seseorang yang dulu membuatnya tertawa. Seseorang yang menjadi saksi dari sesuatu yang seharusnya tak pernah terjadi. Dan satu nama... yang tak boleh diucapkan, tapi tak pernah berhenti bergema di kepalanya. Saat mimpi dan kenyataan mulai kabur batasnya, Lora harus berhadapan dengan dirinya sendiri-dengan kebenaran yang selama ini berusaha ia lupakan. "Bukan karena lupa ... tapi karena terlalu sering kehilangan, sampai otakku belajar untuk berhenti mengingat." Dan ketika masa lalu mulai mengetuk kembali, Lora tahu-kali ini, ia tak akan bisa menutup pintu.
All Rights Reserved
#365
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • ALEYA~~
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • AMERTA : The Last Embrace
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Ice Girlfriends
  • JUDUL

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines